PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Beberapa orang guru Matematika di SMPN 2 Kota Bima, diduga kuat tengah mengalami sakit parah. Sakit yang diderita para guru tersebut sudah bertahun-tahun, bahkan jarang datang ke sekolah untuk memenuhi kewajibannya sebagai guru, yakni mengajar anak didiknya agar menjadi anak bangsa yang pintar dan cerdas dalam memahami ilmu pengetahuan Matematika.

Bima, KS.- Sejumlah guru itu adalah Pusat Murdiyono dan kawan-kawannya. Kondisi sakit para guru tersebut, tentunya tidak bisa dipaksakan, karena kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk datang mengajar, sehingga diharapkan kepada pihak pemerintah, agar membawa para guru itu ke sekolah terdekat, yang tidak jauh dari tempat tinggal masig-masing.

Kasek SMPN 2 Kota Bima, Yusuf Ahmad ketika ditanya soal adanya beberapa guru Matematika yang sakit di sekolahnya enggan berkomentar, bahkan meminta Wartawan agar tidak dipolemikan di media massa.”Mereka (Guru,red) itu kan murni sakit, bukan sakit yang mengada-ada. Nah, tidak perlu dibuatkan berita dulu, kalaupun mereka sudah sembuh, tentu mereka akan datang mengajar,”ujarnya.

Disinggung, apakah para guru yang sakit itu tidak bisa dipindahkan ke sekolah lain, atu sekolah yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka, sehingga bisa datang sesaat ke sekolah pada jam yang ditentukan?. Kasek dengan tegas tidak mau menjawab pertanyaan wartawan soal itu.”Soal itu urusan dinas. Intinya, saya tidak punya hak untuk melakukan mutasi adan memindahi staf atau guru, ketika dilihat atau dinilai kinerjanya tidak sesuai harapan di sekolah ini. Semuanya kembali ke dinas mengenai mutasi dan lainnya. Yang pasti, saya ingin pendidikan di SMPN 2 ini maju dan berkembang, siswa-siswi yang di didikpun harus pintar dan cerdas,”tuturnya harap.

Kemudian ditanya soal adanya kebiasaan siswa-siswi bolos disaat jam belajar, atau meloncat pagar sekolah ?.Kasek menegaskan, kebiasaan bolos belajar sudah tidak terjadi lagi, apalagi meloncat pagar sekolah.”Lahan sekolah ini sudah dipagar keliling, dengan ketinggian sulit untuk dinaiki atau diloncat. Alhamdulillah, siswa kami sebanyak 890 lebih ini, sudah hampir terdidik dengan baik, santun dalam bersikap. Karena saya bersama dewan guru lainnya, setiap saat tetap memantau seluruh siswa di seluruh ruangan kelas,”tandasnya.(KS-IB02)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *