PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Tak semua pengedar narkoba jenis sabu di tangkap oleh aparat Kepolisian di Wilayah hukum Polres Bima Kota dan Polres Kabupaten Bima. Dimana, beberapa nama yang diduga kuat dipelihara adalah berinisial G, B dan F dan D, yang berdomisili di Wilayah Kecamatan Rasanae Barat. Juga Dhn di wilayah Lingkungan Sarata di RT 16/17/18 Kelurahan Tanjung, diindikasikan dibeking oleh oknum aparat penegak hukum, sehingga sejumlah pengedar yang belasan tahun menjadi pengedar barang haram tersebut, tak pernah ditangkap oleh pihak kepolisian. Kenapa ?.

Kota Bima, KS.- Pernyataan itu di ungkapkan oleh M, salah seorang warga Rasanae Barat yang mengaku mengetahui sindikat narkoba yang dijalankan oleh sejumlah nama tersebut. Seperti G katanya, memiliki kaki tangan yang sulit diungkap oleh pihak berwajib, terutama B, yang diduga kuat telah belasan tahun menjadi pengedar narkoba, namun tidak ditangkap oleh pihak berwajib, bahkan oknum B saat ini menjadi pengedar utama, setelah beberapa pengedar lain berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian dalam beberapa bulan terakhir ini.

“G dan B itu, tak hanya pengedar, tapi juga menjadi orang kedua dari bandar narkoba di Bima,”ungkap M, yang berkali-kali mempertanyakan kinerja polisi yang tak pernah menangkap G dan B itu.

M juga mempertanyakan, kenapa pengecer yang hanya beromzet ratusan ribu hingga dua jutaan rupiah ditangkap, sementara yang bernilai belasan hingga puluhan Juta rupiah dalam satu minggu, tidak ditangkap oleh polisi.”Kalau mau berantas narkoba di Kota Bima, jangan pandang buluh pelakunya. Tangkap dong G dan B itu, keduanya pengedar senior narkoba di Kota Bima ini,”harapnya.

Diduga kuat, bebasnya G dan B menjual narkoba di Kota Bima bahkan Kabupaten Bima itu,patut menjadi tandatanya publik. Kenapa  ? Apakah keduanya memberikan “pajak” kepada pihak tertentu atau akibat beban moral, karena saling kenal antara kedua pelaku kejahatan itu, dengan beberapa oknum aparat yang bertugas untuk melakukan penangkapan keduanya.”Jika serius memberantas narkoba, saya sebagai warga Kota Bima berharap agar G dan B segera ditangkap dan mendapat efekjera atas perbuatannya selama belasan tahun menjadi pengedar narkoba di Bima ini,”tuturnya dengan harap.

Sumber lain juga mengungkap soal aktivitas jual beli narkoba di Wilayah Lingkungan Sarata, tepatnya di Rt 16,17 dan 18. Di Tiga RT ini menurut pengakuan sejumlah warga di sekitar jembatan Padolo dua beberapa waktu lalu, mengaku kesal atas ulah Dhn yang diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu di Wilayah Sarata.”Dhn ini bukan orang asli Sarata, tapi pendatang yang kebetulan menikah dengan warga Kampung Sumbawa. Dhn sudah lama menjadi pengedar narkoba, tapi tidak pernah ditangkap oleh polisi,”tutur bapak haji itu kepada sejumlah wartawan yang saat itu tengah memotret tempat pembunuhan Sarbini warga Kecamatan Donggo itu.

Sumber ini juga menyampaikan harapan agar pihak kepolisian di Kota Bima segera menangkap Dhn karena telah meresahkan warga Sarata. Selama aktivitas jual beli narkoba di rumah Dhn, banyak kehilangan motor milik warga, termasuk milik Anggota penyidik Polres Kabupaten Bima, sudah dua kali kehilangan motor.”Selamatkan anak-anak kami di sekitar lingkungan Sarata ini, karena kami yakin narkoba akan membuat masa depan anak kami hancur berantakan ke depannya,”tegasnya.(Ib-01)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *