PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Rencana pembagian bibit bawang oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertapa) Kabupaten Bima untuk Kelompok Tani (Koptan) bawang, akan berlangsung sekitar bulan Nopember bulan depan. Namun, tidak semua Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Dinas telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Dispertapa atau Bupati Bima, terkait nama-nama Koptan yang layak untuk menerima bantuan tersebut.

Sape, KS.- Seperti halnya KUPT Pertanian Kecamatan Lambu, sampai hari ini belum menerima SK dari Dinas atau Bupati Bima, atas nama-nama Koptan penerima bantuan bibit bawang merah, sementara sebanyak 31 Koptan bawang telah diajukan ke dinas sejak beberapa bulan lalu, yakni koptan yang layak untuk menerima bantuan bibit bawang tersebut.

“Di Lambu ini terdapat 31 kelompok yang telah diajukan namanya ke dinas untuk menerima bantuan bibit itu, namun keputusan kelompok mana yang berhak menerima, itu sangat bergantung pada keputusan dinas atau Bupati,”kata KUPUT Lambu, Ridwan saat memberikan keterangan pers mengenai tingginya hasil produksi bawang merah di Lambu di Tahun sekarang.

Banyaknya kelompok yang ada di Lambu sekarang, karena lahan tanam bawang yang produktif di Kecamatan Lambu berdasarkan data Tahun 2016 seluas 2.000Hektar lebih, dengan hasil pruksi pasca panen awal Oktober kemarin sekitar 1.037 Ton. Hasil panen tersebut tidak terlalu meningkat, dibandingkan dengan banyaknya luas lahan produktif di Lambu sekarang, sehingga perlu disediakan bibit oleh pemerintah untuk para petani, agar bisa menanam keseluruhan luas lahan yang ada.

“Kalau di Lambu banyak kelompok yang menerima bantuan bibit, maka akan semakin banyak hasil produksi bawang untuk ke depannya di Lambu. Masalahnya, kurangnya kuota tanam petani kemarin, akibat tingginya harga bibit bawang yang mencapai angka Rp.3.5Juta/100KG, belum lagi untuk biaya beli obat, pupuk dan operasional kebutuhan selama proses tanam hingga panen,”pungkasnya.

Ridwan meminta kepada pihak Dinas, terutama Bupati Bima agar melakukan selektif kepada kelompok yang menerima bantuan bibit bawang. Jika tidak, maka tidak tutup kemungkinan bibit bawang bantuan salah sasaran, apalagi saat ini pembagian bibit bawang sedikit jauh dari harapan masyarakat.”Petani sudah selesai panen Oktober kemarin. Pembagian bibit bawang sekarang, diharapkan agar semua petani dapat menanam bibit bantuan tersebut, dan tidak menjualnya,”ujarnya harap.(KS-IB02)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *