PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Ulah oknum Ketua RT 04/02 Dusun Panta Paju Desa Soro Kecamatan Lambu, tentu meresahkan warga Desa setempat. Bagaimana tidak, bapak panutan bagi warga RT 04 ini tega menghamili Bunga (nama samaran), yang masih duduk di bangku sekolah MTSN Kecamatan Sape.

Sape, KS.- Bapak Saiful dan Ibu Samsiah, tak tahan malu ketika mengetahui anaknya tengah berbadan dua, bersama lelaki yang punya telah memiliki istri dan anak itu. Terungkapnya Bunga dalam kondis berbadan dua, setelah melihat anaknya muntah dan pusing, dalam beberapa hari terakhir ini. Setelah dilakukan introgasi oleh kedua orang tuanya, Bunga pun akhirnya mengaku hamil, atas ulah bejat Ketua Rtnya.

Menurut pengakuan Samsiah, Kamis (13/10), melihat anaknya dalam kondisi tidak stabil, iapun berinisiatif membawa anaknya ke Puskesmas Plus Sape. Setelah ditangani oleh seorang bidan, ternyata Bunga diketahui hamil tiga bulan. Mendengar keterangan dari bidan tersebut, Samsiah pun langsung kaget dan menangis, kemudian membawa keluar anaknya dari puskesmas itu, untuk kembali ke rumahnya di Soro.

Setiba di Rumah, Samsiah meminta anaknya untuk jujur dan mengakui, siapa lelaki yang menghamilinya itu. Merasa tertekan, akhirnya Bunga mengakui, bahwa yang menghamilinya itu adalah Ridwan, tidak lain Ketua 04, tetangga bunga sendiri.

“Anak saya mengaku bahwa lelaki yang menghamilinya itu Ridwan. Saya laporkan kasus itu ke polisi. Alhamdulillah, polisi bergerak cepat mengamankan pelaku ke Polsek Sape,”tutur Samsiah dengan nada sedihnya.

Menurut pengakuan Bunga, waktu itu Ridwan menyuruh Bunga untuk membeli rokok. Sepulang dari membeli rokok, tangan Bunga ditarik ke dalam rumah oleh Ridwan, saat itu Ridwan menggauli anaknya. Bahkan pada saat itu, Bunga diancam oleh Ridwan agar tidak memberitahu Ibunya.”Jika berteriak atau memberi tahu Ibunya, anak saya akan dilaporkan ke polisi oleh Ridwan,”cerita Samsiah mengutip pengakuan anaknya yang masih lugu itu.

Diakuinya, bahwa anaknya itu ditinggal merantau oleh Bapaknya sejak umur dua tahun, hingga sekarang bapaknya masih berada di Jakarta. Karena itu, Samsiah berharap agar pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya, sesuai dengan perbuatannya yang merusak masa depan anaknya itu.”Saya minta pelaku dihukum berat,”tegas Samsiah dengan nada kerasnya.

Sementara Kepala Desa Soro, Abdullah mengaku kesal atas ulah Ketua Rtnya itu, dan pada kesempatan itupun Ridwan dipecat dari Ketua RT 04.”Saya pecat dia dengan tidak hormat, karena telah melakukan kejahatan amoral yang merusak citra pemerintah Daerah Kabupaten Bima, khususnya Desa Soro,”tegas Kades.

Kades juga mengaku bahwa rumah pelaku telah dihancurkan oleh massa bahkantelah dibakar hingga hangus.”Rumah pelaku sudah dibakar oleh massa,”cetusnya.

Di tempat terpisah, Kapolsek Lambu IPTU Quraisin membenarkan adanya kejadian tersebut, pelaku dan

korban sudah diserahkan ke penyidik PPA Polresta Bima Kota untuk di proses lebih lanjut.”Baik pelaku maupun korban telah dibawa ke Polres Bima Kota. Jadi, yang tangani kasus itu polres langsung, sementara polsek hanya membantu mengamankan pelaku dan menjaga situasi keamanan di Lambu agar tetap kondusif,”ujarnya.(KS-Anw)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *