PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Citra dan nama besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima dibawa kepemimpinan Hj.Indah Damayanti Putri - Drs. H.Dahlan,M.Noer, harus tercoreng akibat ulah oknum Pejabatnya. Namun kali ini, bukan menyangkut dugaan korupsi, pungutan liar (pungli) dan praktek dugaan lainya. Melainkan, karena dugaan perselingkuhan, Is, oknum pejabat di Badan ketahanan Pangan (BKP) dengan Sr, salah seorang Staf pada UPT Peternakan Kecamatan Ambalawi. Celakanya, dugaan asmara terlarang antara oknum pejabat dengan Perawan itu ditengah Istri tercinta menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) diluar Daerah.

Bima,KS. - Meski tergolong rapi dan tersembunyi, akan tetapi perbuatan semacam itu lambat laun pasti terbongkar. Demikian halnya dengan hubungan antara mantan Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Peternakan (Disnak) itu dengan Honor Daerah (Honda) UPT peternakan tersebut. Persoalan itu terkuak bahkan telah diketahui oleh tetangga wanita asal Desa Nipa itu, terduga selingkuhan Is."Hubungan mereka bukan lagi rahasia, tapi sudah menjadi bahan cerita. Terutama, tetangga-tetangga perempuan itu," ungkap Jh, istri sah dari Is kepada Wartawan Koran Stabilitas.

Dugaan perselingkuhan keduanya kian terungkap, ketika tiga hari dalam satu Minggu suaminya rutin bertamu ke rumah Wanita Idaman lain (WIL). Kabarnya lanjut Jh, yang juga PNS BEA Cukai Badas, SBW itu, lelaki yang menjadi ayah dari beberapa anaknya itu kerap bermalam di rumah wanita tersebut."Tiga hari berturut-turut, yakni Jum,at, Sabtu dan Minggu merupakan jadwal pertemuan keduanya. Bahkan, keberadaan mereka pernah mendapat teguran dari Anggota Pol PP," ujarnya.

Persoalan itu,pun telah sampai ke Telinga Camat Ambalawi hingga Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Praktis, oknum pejabat yang terindikasi terlibat dalam kasus dana aspirasi dewan partai Golkar untuk kecamatan Lambu itu telah diperiksa seputar hubungan tersebut."Hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) nya ada di BKD," tuturnya.

Lempar batu sembunyi tangan, pepatah demikian sepertinya tak berlebihan jika dialamatkan kepada Is. Bagaimana tidak, untuk menutupi perbuatanya sendiri, pejabat dimaksud diduga kuat tega memainkan sandiwara palsu. Modusnya, menuduh istrinya memiliki Pria Idaman Lain (PIL) dengan mengirim SMS ke nomor Hand Phone (HP) milik istri sahnya. Seolah-olah itu bukan dirinya (Is), melainkan selingkuhan wanita yang sudah lama dinikahinya itu."Soal dugaan perselingkuhan itu mungkin tidak begitu menyakitkan. Tapi yang lebih menyakitkan, ketika saya dituduh berselingkuh.Padahal, demi Allah SWT, saya tidak tahu apa-apa," tuturnya.

Praktis, tindakan yang tergolong melanggar aturan ASN itu bahkan berakibat fatal terhadap keharmonisan Rumah Tangga pejabat itu dengan istri sahnya. Ikatan suci pernikahan yang diikrarkan lewat sumpah saat akad nikah itu diambang kehancuran."Saya diancam mau diceraikan,isi rumah berupa TV,Kursi dan lain-lain sudah dibawa ke rumah wanita itu," terangnya.

Sementara, Is saat diwawancara wartawan Koran Stabilitas secara gamblang mengakui hubungannya dengan wanita dimaksud. Bahkan, akan segera menikahi wanita lain yang menjadi pujaan hatinya itu."Kami akan segera menikah," akunya Via Ponsel.

Dugaan main serong dengan wanita lain, selain istri sahnya itu seolah tidak dapat diterima oleh Is. Alasanya, wanita itu merupakan calon istrinya yang akan segera dinikahi."Saya tidak terima kalau dikatakan main serong, karena wanita itu akan menjadi istri saya. Paling-paling kalian (wartawan) telah dibayar untuk menulis berita ini," katanya saat wawancara yang berhasil diabadikan dalam rekaman. (AR-02)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *