PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Jika sebelumnya banyak kalangan,elemen dan termasuk pihak Pemerintah yang terkesan apatis, cuek bebek dengan kondisi Masjid Al Muwahiddin. Kini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Ir.HM.Rum angkat bicara soal tempat peribadatan bagi umat Islam dimaksud. Hal itu dilakukan karena Mantan Kepala Dinas PU kota bima itu merasa prihatin dengan keadaan masjid yang menjadi ikon bagi rakyat bima (kota bima - kabupaten bima) tersebut.

Kota Bima, KS.- Pejabat yang tinggal beberapa bulan lagi akan pensiun dengan posisi strategis tersebut mengatakan, sesungguhnya persoalan terutama menyangkut kondisi masjid dimaksud mesti menjadi prioritas yang harus segara dicarikan benang merahnya. Sebab, masjid itu merupakan ikon sekaligus kebanggaan bagi masyarakat bima."Masjid itu ikon bagi seluruh masyarakat bima, tidak saja bagi umat muslim di kota bima. Melainkan, juga untuk kabupaten bima," katanya.

Solusinya lanjut Rum, satukan pendapat,satukan pemahaman, satukan langkah dan membangun komitmen  demi menuntaskan pembangunan tempat ibadah tersebut. Caranya kata Rum,   duduk bersama antara dua pemerintah daerah (pemda) yakni pemkab bima -pemkot bima, Yayasan Islam (Yasim) kabupaten bima, dan termasuk yayasan yang mendapat kepercayaan untuk menangani pembangunan masjid itu dengan melibatkan tokoh masyarakat (toma), toko Agama (toga) dan elemen lainya. Cari tahu apa penyebab sesungguhnya dibalik permasalahan tersebut dan bagaimana jalan keluar untuk menuntaskan persoalan dalam kaitan itu.

"Bagi saya solusinya sederhana saja, cuman sangat dibutuhkan niat yang tulus dan keihklasan serta kemauan dari semua pihak yang merasa peduli dengan tempat ibadah tersebut," ujarnya.

Langkah itu dianggap penting dan tepat, apalagi persoalan itu sudah berlangsung  lama, sejak Tahun 2003 silam. Jadi, semua pihak yang ada bersama-sama mencarikan jalan keluarnya. Karena, hal itu bukan saja tanggungjawab pemerintah, melainkan semua elemen yang ada termasuk elemen masyarakat."Itu merupakan tanggungjawab kita bersama, tanggungjawab seluruh masyarakat bima tanpa terkecuali. Kalau bukan kita, siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi," tandasnya.

Karenanya, mantan kadis PU kabupaten bima dan kota bima tersebut menghimbau sekaligus mengajak semua pihak yang ada, agar mulai saat ini segera menyatukan langkah, pemahaman, dan membangun komitmen serta kemauan demi melanjutkan pembangunan masjid itu hingga tuntas 100 persen.  Dengan catatan, hilangkan perbedaan, perselisihan, beda pendapat dan terutama kepentingan. Karena, kepentingan yang lebih utama  adalah penuntasan pembangunan masjid yang berlokasi di depan Kantor Kecamatan Rasana,e Barat tersebut.

"Sekali lagi, solusi yang paling tepat adalah duduk bersama. Tinggal dijadwalkan kapan dan dimana lokasi pertemuan. Kalau soal pemicu persoalan, saya kira tidak perlu dibahas terlalu jauh. Karena, yang paling penting adalah fokuskan pembahasan  kearah penuntasan pembangunan masjid tersebut," terangnya.

Meski demikian, tetapi selama ini persoalan kondisi pembangunan masjid tersebut tak jarang dimanfaatkan kearah kepentingan politik. Bahkan, hampir terjadi pada setiap momen pesta demokrasi untuk memilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Dana Mbojo ini.

Menanggapi hal itu, Rum dengan tegas menyampaikan, tidak perlu lagi mencari siapa yang salah siapa pula yang benar.  Apalagi, sampai-sampai dimanfaatkan untuk kepentingan untuk menyerang rival dalam kompetisi politik. Karena, pembongkaran bangunan yang berada di Jalan Gajah Mada tersebut berawal dari kesepakatan bersama antara pemda dan pemprov NTB. Jadi, isu soal itu  perlu diluruskan untuk menepis asumsi miring yang cenderung merugikan satu pihak.

"saya tahu persis soal itu, ada kesepakatan awal yang dibangun sehingga bangunan masjid itu dibongkar. Jadi saya sangat keberatan kalau sampai H.Zainul (Abuya) disalahkan dalam persoalan ini. Tapi hal itu tak perlu dibahas lagi, yang terpenting adalah melanjutkan sekaligus menuntaskan pembangunan masjid dimaksud," pungkasnya. (AR-02)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *