PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Hampir setiap hari, beberapa truck pengangkut kayu, yang diduga dari gunung Tambora melintas di Jalan Lingkar Utara, Bajo-Sampungu-Kiwu. Anehnya, aktivitas para supir truck tak pernah mengalami kendala, kendati melintas di hadapan Polsek Soromandi dan Dramil Donggo di Desa Bajo Kecamatan Soromandi.

Soromandi, KS.- Kejahatan ilegal logging yang diduga kuat sering terjadi di Wilayah Kecamatan Tambora, sepertinya tak pernah habis. Buktinya, kayu hasil tebangan di Tambora acapkali di angkut menggunakan sejumlah truck oleh para pelaku kejahatan. Memang, para supir mengangkut kayu-kayu tersebut dengan surat yang lengkap. Namun yang menjadi tandatanya sekarang adalah kayu dari mana itu didapat, dan berapa luas lahan yang dimiliki oleh para pemilik kebun atau lahan, sehingga mampu memproduksi puluhan bahkan ratusan kubik kayu dalam setiap hari atau setiap minggu.

Syarifudin H.M selaku tokoh muda Desa Sampungu mempertanyakan sumber kayu yang diangkut beberapa truck dalam beberapa hari dan Minggu terakhir ini, yang melintas di Desa Sampungu.”Mereka (supir) biasanya selama ini masuk wilayah Sampungu,paling cepat jam 1 dan 2 malam, tapi sekarang, sudah berani jalan siang hari, sekitar pukul 13.00 wita,”tutur Syarif yang mengaku akan mengahang para supir tersebut, jika tetap melintas di Sampungu.

Syarif berharap agar pihak TNI dan Polri untuk mengambil sikap tegas, menyelamatkan gunung tambora akibat tangan jahat para cukong kayu di Bima. Di duga kuat, kayu hasil tambora untuk diperjual belikan di Kota dan Kabupaten Bima, apalagi sekarang jarang kayu dari luar daerah masuk ke Bima.”Bisa dilihat, bahwa sudah lama tidak ada bongkar muat kayu di pelabuhan. Berarti, kebutuhan kayu warga Bima saat ini, berasal dari kayu tambora,”duganya.

Di tempat terpisah, para pemuda Desa Sai seperti Aris, juga mengaku gerah melihat aktivitas para supir truck yang melintas di Soromandi sekarang. Dimana para supir tersebut membawa banyak kayu, yang menurut informasi yang didapat kayu tambora.”Banyak sekali kayu di Tambora ya. Tak habis-habis ditebang, lalu dijual di Kota bima, sementara masa depan gunung tambora tidak pernah dipikirkan oleh masyarakat Bima,”tanya Arif dengan nada kesalnya.

Ia berharap agar Kapolres dan Dandim Bima dapat memerintahkan anggotanya yang bertugas di Donggo dan Soromandi dapat bersikap tegas. Yaitu, mengamankan sejumlah kayu yang diangkut oleh truck-truck tersebut. Bila tidak, maka gunung tambora akan menjadi gunung gundul, akibat ulah penjahat penjual kayu di Kota bima, juga pelaku kejahatan perusak gunung tambora di Tambora.”Selamatkan gunung tambora, jangan sampai Tambora akan menciptakan sejarah kedua kali, setelah meletus puluhan tahun silam,”harap Aris serius.(R-01)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *