PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Dua pejabat eselon II Lingkup Pemkot Bima masing - masing H. Julkifli dan Supawarman pagi ini, Senin (10/10) dilantik menduduki jabatan oleh Walikota Bima.Pada kesempatan itu, Walikota Bima meminta kepada dua pejabatnya agar melaksanakan tugas dengan baik dan penuh bertanggungjawab.

Kota Bima, KS.-
H. Julkifli yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima, dipercaya memegang kendali di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bima.

Sementara Supawarman, staf ahli bidang pembangunan diangkat menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunn Setda Kota Bima, menggantikan H. Julkifli.

Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin meminta kepada dua pejabat tersebut untuk melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya, sesuai dengan tanggungjawab yang dibebankan.

Untuk Dishubkominfo kata Qurais, dengan adanya perubahan organisasi, semua bagian ITE dipusatkan di dinas tersebut. Untuk itu, kepala Dinas Hubkominfo, harus segera dilantik.

"Di Bandung, Dishubkominfo sangat kuat sekali kedudukannya, begitu besar dan dominan perannya," katanya.

Diakui Qurais, selama 1 bulan H. Julkifli menjadi Plt. Kadishubkominfo, menunjukan ada perubahan, kendati tidak banyak. Dirinya berharap, setelah definitif pekerjaan H. Julkifli bisa semakin semakin baik.

"Saya minta dengan hormat, agar kinerja di Dishubkominfo terus ditingkatkan. Keteraturan lalu lintas betul betul ditata," inginnya.

Walikota pada kesempatan itu meminta kepada pejabat lain untuk bersabar. Pelantikan akan diupayakan setelah ada Sekda baru. (Ag-04)

Hal 8 Berita Kotak

Qurais Curhat Soal Dirinya Jadi Saksi di Pejabat yang Kena Kasus

Kota Bima, KS.- Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin menginginkan agar pelantikan pejabat nanti tidak usah repot-repot. Cukup memanfaatkan momen apel pagi, pelantikan bisa berjalan dengan baik.

"Saya tidak ingin repot. Walikota tidak merepotkan kepala dinas, kepala dinas tidak merepotkan pegawai. Jadi tidak usah repot-repot," katanya saat menyampaikan sambutan apel pagi di halaman Kantor Pemkot Bima, Senin (10/10).

Urusan repot, diakui Qurais, dirinya juga pernah direpotkan dengan urusan teman pejabat yang tersandung kasus. Lantaran tanggal kosong pada SK yang ditandatanganinya, ia pun harus menjadi saksi.

"Ko' saya yang jadi repot sekali karena urusan itu," kesalnya.

Menurut Qurais, selama delapan tahun menjadi Kepala Daerah di Kota Bima, SK yang ditandatangani memang kosong. Tapi yang terpenting pada SK itu tertera tahun.

Untuk itu, dirinya meminta kepada ASN yang diperiksa oleh aparat, untuk melapor dirinya terlebih dahulu, dan Qurais siap diperiksa lebih awal sebelum pegawai diperiksa.

"Kalau pun bermasalah dan ditahan, suruh tahan dulu saya baru tahan pegawai. Apabila nanti diperiksa BPK atau BPKP dan bermasalah, kembalikan uangnya, urusan selesai. Yang mengatakan itu Pak Jokowi (Presiden RI) sendiri," tegasnya.

Jadi, tambahnya, Qurais meminta kepada ASN untuk tidak perlu khawatir dan repot repot terhadap menangani persoalan. (Ag-04)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *