PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:


Sepandai-pandainya tupai melompat, namun akan terjatuh juga. Pepatah ini dialamatkan kepada Wawan Irawan (18) warga Dusun Saba Desa Sampungu Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Anak kedua dari pasangan Suharni dan H.Mukmin ini selama sebulan lebih menyembunyikan diri di sejumlah tempat, setelah mengekskusi mati Hasrullah asal Manggarai Barat, siswa SMKN I Kota Bima, pada bulan awal Pebruari lalu.

KOTA BIMA, KS.- Kemanapun dia pergi tetap kami tangkap, hanya saja menunggu waktu yang tepat untuk dilakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan Hasrullah, yaitu Wawan Setiawan, Yudi, Sahrul alias Teja dan lainnya.” Kata Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP Afrizal saat ditemui di ruang kerjanya seminggu pasca peristiwa pembunuhan terjadi di sebelah Barat SMKN I Kota Bima Pebruari lalu.

Pernyataan itu tidak sebatas kata belaka, tapi dibuktikan oleh Afrizal bersama personil di Reskrim Polres setempat. Tepat hari Sabtu kemarin, pihaknya mendapat informasi bahwaWawan tengah bersembunyi di Pulau Moyo Desa Brangkua Dusun Brangsedo Kecamatan Labuan Badas Kabupaten Sumbawa Besar. Informasi keberadaan Wawan atas pengakuan Sahrul alias Teja yang ditangkap sehari sebelumnya oleh tim buser di Wilayah Lingkungan Kelurahan Rabangodu Utara sekitar pukul 22.00 wita.

“Hasil introgasi itu, diakui oleh Teja bahwa Wawan ada di Pulau Moyo,” jelas Afrizal.

Dari pengakuan itu, tim opsnal Reskrim, bersama tim opsnal Resmob serta jajaran anggota di Rasanae Barat langsung menuju Pulau Moyo. Alhasil, tersangka utama berhasil diciduk di rumah salah seorang warga setempat bernama Salahudin alias Busro, dan pelaku ditangkap saat baru pulang dari perburuan rusa.

“Tersangka Wawan berada di Pulau Moyo sekitar satu minggu lebih, setelah hampir satu bulan lebih lari dari kejaran polisi,” tukasnya.

Pihak keluarga dari NTT, Usman Deganggang mengapresiasi kinerja jajaran Polisi Kota Bima, karena sudah berhasil menangkap pelaku utama pembunuhan tersebut.”Atas nama keluar dari NTT berterima kasih kepada Kapolda NTB, Kapolres Bima Kota, Kasat Reskrim Kota Bima bersama anggotanya, juga Polsek Rasanae Barat yang telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan atas Wawan,” kata Dosen di Akbid Harapan Bunda itu.

Data yang diperoleh Koran Stabilitas, dengan tertangkapnya Wawan dan Teja tersebut, berarti sudah empat orang pelaku pembunuhan yang telah berhasil diciduk oleh jajaran Kepolisian antara lain, Jumadi asal Desa Tolo Uwi, Tamrin sebagai pelaku yang menyembunyikan Jumadi, Muhlisi alias Lisi, Wawan dan Teja. Sejumlah yang ditangkap dan telah ditahan itu merupakan para pelaku yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan itu, kecuali Tamrin asal Desa Tolo Uwi yang ditangkap di Sawangan Depok Jawabarat dua minggu lalu.(KS-R01).

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *