PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:


JAKARTA, (Media Stabilitas News.com) “PT. Cemindo Gemilang (PT.CG GROUP) merupakan pemegang merek Semen Merah Putih yang berdiri sejak tahun 2011. Dalam rangka penyediaan bahan baku berkualitas untuk negeri, saat ini PT. Cemindo Gemilang membangun pabrik terintegrasi di daerah Bayah, Provinsi Banten, dengan kapasitas produksi klinker 10.000 ton per hari, atau setara dengan produksi 4 juta ton semen per tahun.

Direktur Utama PT Cemindo Gemilang Ateng Selamat memberi sambutan saat acara Ground Breaking pembangunan pabrik Semen Merah Putih di Bayah, Kab. Lebak, Banten . (Foto Dok:istimewa)

Berbicara program Corporate Social Responsibility (CSR) pada dasarnya merupakan serangkaian usaha sebuah perusahaan“. guna memastikan bahwa kegiatan operasionalnya tidak membahayakan lingkungan, mampu bersikap adil serta dapat mengokomodasi kepentingan masyarakat sekitar. Sejatinya, secara holistik dan komprehensif CSR dimaksud dapat mengubah citra perusahaan yang konsisten menjalankannya. CSR adalah bentuk pertanggungjawaban sosial yang berkaitan erat dengan sikap kepatuhan (compliance) dan sikap kepedulian (careness).

Sedianya ada beberapa pilar utama keterkaitan antara CSR dalam sikap kepatuhan tersebut, antara lain: 1. Kepatuhan pada etika. 2. Kepatuhan pada hokum. 3. Kepedulian pada masyarakat. 4. Kepedulian pada lingkungan sekitar

Diatas boleh dikatakan sebagai parameter dan tumpuan kemana arah pertanggungjawaban sebuah perusahaan bisa dikatakan berjalan dengan baik sampai akhirnya dapat dikatakan berhasil.

PT. Cemindo Gemilang Group, salah satu perusahaan pertambangan industry semen yang disebut-sebut sudah mulai mapan (established) dan kawakan mengelola manajemen lingkungan termasuk diantaranya mumpuni dan mempriotitaskan pertanggungjawaban pada garis terdepan untuk menghadapi lingkungan sekitar. Namun pada faktanya, tak pernah ada yang luput dari kealpaan, tak ada suatu perusahaan yang mampu menampakan kesempurnaan program CSR-nya termasuk oleh PT. Cemindo Gemilang. Dunia penampakan (fenomenologi) tetaplah sebuah penampakan yang sudah terbungkus opini publik dengan sedemikian rupa sehingga hampir dapat “menyembunyikan” kekurangan yang kiranya bisa saja dapat seketika membalikkan opini publik tersebut jika kekurangan program CSR-nya tersebut dapat mencuat dihadapan khalayak umum secara lebih luas.

Sebagai salah satu lembaga swadaya masyarakat yang aktif dalam fungsi pengawasan sosial untuk mayarakat sekitar, maka salah satu LSM Barisan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (LSM Barakindo), dan LSM Komite Anti Korupsi Indonesia (LSM-KAKI) serta Media Stabilitas,com pun pada akhirnya dapat menemukan suatu gambaran obyektif mengenai persoalan lingkungan hidup berkaitan dengan program CSR yang berlangsung oleh suatu perusahaan, tak terkecuali PT. Cemindo Gemilang. Sebagaimana telah diketahui bahwasanya PT. Cemindo Gemilang, atau bisa dikatakan (plant Bayah) pun memiliki kesamaan domisili hukum dengan DPP LSM kami, yakni pada titik koordinasinya yang akurat sama; dalam posisi berada di Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Maka dinilai sangat perlu bagi kami untuk mengkritisi persoalan CSR PT. Cemindo Gemilang yang juga mengusung pertanggungjawaban sosial pada lingkungan sekitarnya.

Pada dasarnya sebagai bagian dari masyarakat, kami komunitas LSM serta media massa pun tak pernah henti tetap konsen dan sangat mengapresiasi program CSR PT. Cemindo Gemilang. Namun hubungan sebab akibat (causa verband) atau hubungan kausalitas-lah menjadikan kami juga harus ambil sikap dan berstatement terhadap kegiatan CSR tersebut. Ini menjadi sebuah tolok ukur kami untuk mau berbagi temuan yang kami saksikan secara langsung, secara faktual dilapangan. Adanya suatu sebab yang terang, riil sehingga menjadi latar belakang yang kuat guna dapat di evaluasi bersama-sama terhadap “kekurangan” dari berlangsungnya secara praktek CSR PT. Cemindo Gemilang. Salah satunya seperti fakta yang terjadi di salah satu warga masyarakat sekitar telah menikmati apa yang di programkan Semen Merah Putih selama ini.

Semen Merah Putih Harus Patuh Pada Etika

Yang menentukan tingkat keberhasilan CSR PT. Cemindo Gemilang dalam jangka pendek maupun jangka panjang di masa depan, yakni kepatuhan pada etika dan kepatuhan pada hukum. Berikutnya adalah parameter kepedulian (careness) mengenai kepedulian pada masyarakat dan kepedulian pada lingkungan. Dan, prinsip kepedulian (careness) terhadap masyarakat disini diartikan sebagai kepedulian masyarakat pendidikan (education society), masyarakat yang terus berusaha meningkatkan serta membantuk kualitas generasi penerus bangsa.

PT. Cemindo Gemilang yang baru melahirkan prodak semen merah putih pada tahun 2011 silam itu harus mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal seperti munculnya beberapa tokoh masyarakat dan turut berkontribusi membangun daerah Bayah dan sekitarnya. Kemudian mengenai kepedulian lingkungan menjadi aspek yang tidak bisa terluka karena peristiwa pernah terjadi maupun tidak akan memunculkan peristiwa baru lagi.

bilamana kita kaitkan dengan semangat supremasi Lingkungan Hidup umpamanya sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terutama menyangkut aspek ekoregion maupun penghormatan terhadap kearifan lokal. Dengan demikian,maka Semen Merah Putih sebagai pemangku lingkungan di sekitar masyarakat, haruslah memperhatikan segala aspek kehidupan agar lebih memberikan peningkatan taraf kehidupan lebih baik dibanding sebelumnya.

Kisah peristiwa Semen Merah Putih di tengah masyarakat yang hingga saat ini belum terurai, memang memprihatinkan. Dan, berdasarkan pemantauan LSM Komite Anti korupsi Indonesia (LSM KAKI) dan Media Massa Stabilitas Group, diindikasikan terdapat beberapa persoalan yang dinilai melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta kehilafan perseroan lainnya, yang Insya Allah ke depan tidak akan terjadi dan akan diperbaikinya. namun searifnya peristiwa ini dapat dievaluasi sebagai bahan kajian ulang, introspeksi dan juga refleksi ke depan agar para stakeholder seperti masyarakat dan investor (korporasi) dapat harmonis dalam kerangka laju pembangunan berkelanjutan (suistainable development) yang selalu kita idam-idamkan dapat berlangsung di negeri ini. (Fathullah S.Donggo/KS.com)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *