PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Dua Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah yang di nilai fokal dan selalu kritis terhadap kebijakan pemerintah tersebut terkena kasus- (Foto: istimewa)
JAKARTA, (Koran Stabilitas.Com) Isu terbaru soal Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) dilingkungan orang di Senayan (anggota DPR RI,red), yaitu dua wakil ketua  DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah turut disebut-sebut di persidangan perkara suap penghapusan pajak PT E.K Prima Ekspor Indonesia dengan terdakwa Ramapaniker Rajamohanan Nair. Hal ini semakin menambah daftar panjang anggota DPR terlibat korupsi.
Nama Politikus Partai Gerinda dan Politikus PKS itu disebut saat jaksa KPK menunjukan bukti sadapan komunikasi lewat WhatsApps antara Handang Soekarno selaku Kasubdit Bukti Permulaan Pajak Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kemenkeu yang saat ini sudah tersangka dengan ajudan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasheadi, Gondres Andreas pada bulan November.
"Ada komunikasi WA (Whatsapp) tanggal 7 November yang lalu, juga ada nama Egi Sudjana, kemudian Pak Fadli Zoon, Kemudian Pak Fahri Hamzah ini apa kaitannya pak Hadang?," kata jaksa KPK bertanya pada Handang saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin,lalu.
Namun begitu, Handang mengklaim tidak mengingat secara baik komunikasi tersebut. Dia mengaku tidak mengingat dengan baik komunikasi tersebut."Saya tidak ingat itu," kata Handang singkat menjawab pertanyaan jaksa KPK.
Meski mengaku tidak ingat, namun Handang mengaku seluruh data wajib pajak yang diduga bermasalah dilaporkan semua Kantor Wilayah Pajak (Kanwil) seluruh Indonesia. Kemudian data laporan tersebut setelah ditelaah dilaporkan ke Dirjen Pajak."Semua bukti permulaan dari kanwil masuk ke saya. Habis itu saya laporkan ke Dirjen," ujar Handang.

Data Dari Seluruh Kanwil Pajak Sudah Di Serahkan Ke Dirjen Pajak
Ilustrasi:Ini Foto kedua tokoh fokal senayan yang sedang di selidiki jejak sepak terjang gerakan kakinya untuk dibidik ke arah ranah hukum karena indikasi KKN-nya. (Foto:Dok)

Sementara dari Jaksa KPK menegaskan bakal mendalami hal tersebut. "Nanti kami akan dalami mengenai itu," ujar jaksa. Sebelumnya nama artis Fatimah Syahrini Jaelani yang tenar dengan 'maju mundur cantik' itu juga ikut disebut dalam siding, atau biasa disebut Syahrini.
Nama Syahrini muncul berdasarkan berkas penyidikan yang dibacakan jaksa KPK pada persidangan untuk terdakwa Ramapaniker Rajamohanan Nair di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Jaksa KPK memperlihatkan nota dinas Nomor ND 136 TA/PJ.051/2016 yang sifatnya sangat segera.
Nota itu mengenai pemberitahuan informasi tertulis mengenai jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang tidak seharusnya dibayarkan. Nah dalam nota itu nama Syahrini disebut.
"Ini di tas saudara. Bisa jelaskan terkait apa? Ada nodis (Nota Dinas). Disini atas pemeriksaan bukti permulaan Syahrini?," kata Jaksa KPK Asri Irawan bertanya pada Handang saat bersaksi untuk terdakwa Rajamohanan di Pengadilan Tipikor. Handang menjawab bahwa Syahrini yang dimaksud. "Ini Sayhrini yang artis," ujar Handang menjawab.
Berkas itu ditemukan penyidik KPK sewaktu menggeledah kediaman Handang Soekarno selaku Kasubdit Bukti Permulaan Pajak Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kemenkeu.[Amrul/FS/KS.Com]

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *