PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Di Bima ini terdapat beberapa Bank yang menyediakan uang milyaran hingga puluhan miliar untuk dikreditkan ke rakyat, terutama uang Negara melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun sayangnya, tidak semua management bank memiliki nurani untuk memberikan dana KUR tersebut ke rakyat, melainkan melalui pengusaha atau pedagang tertentu, dengan satu alasan, mengkhawatirkan rakyat tidak mampu membayarnya, sementara misi pemerintah sesungguhnya melalui program KUR adalah merubah dan mensejahterakan kehidupan rakyat untuk bisa bermandiri.

Kepala BRI Cabang Bima, Abdul Mu’in

BIMA, KS.- Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bima sepertinya focus mencairkan dana KUR ke rakyat, terutama para petani yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Bima. Terbukti, di Tahun 2016 kemarin, BRI berhasil mencairkan KUR sebanyak Rp.79 Milyar dari pagu KUR yang disediakan oleh BRI senilai Rp.65Milyar. Artinya, BRI telah berhasil menyalurkan dana KUR melebihi dari targetnya, sedangkan di Tahun 2017 ini, management BRI Cabang Bima melalui seluruh BRI unitnya menyediakan dana KUR sebanyak Rp.140Milyar, dengan angka maksimal pinjaman Rp.25Juta dan Rp.500Juta.

“Alhamdulillah, tahun 2016 saya bersama seluruh bagian kredit di BRI mampu menyalurkan dana kur senilai Rp.79Milyar, atau melebihi pagu dana yang disediakan. Untuk tahun 2017 sekarang, baru sekitar Rp.35Milyar yang telah dicairkan dari total kur yang dialokasikan Rp.140Milyar. Insya Allah, semua anggaran kur tersebut akan habis disalurkan ke rakyat, baik di Kota maupun di Kabupaten Bima,” kata Kepala BRI Cabang Bima, Abdul Mu’in saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (27/4) pagi.

Diakuinya, bahwa kesadaran masyarakat Bima, khususnya petani baik petani bawang merah, petani jagung, petani kacang tanah atau kacang kedelai untuk membayar utang kredit bank cukup tinggi sekali, dibandingkan dengan rakyat di Kota Bima yang masih kurang kesadarannya untuk membayar pinjaman kreditnya.”Ya, mungkin karena dihantam banjir kemarin, membuat rakyat atau nasabah kredit kami (BRI,red) di Kota Bima kurang maksimal untuk membayar iuran bulanan kreditnya,” cetusnya.

Lebih lanjut, Muin juga mengaku bahwa hampir setiap hari tetap ada pencairan dana kur di seluruh bank unit BRI. Kenapa bisa demikian ?. Karena komitmen moral untuk membatu rakyat kecil atau rakyat tidak mampu adalah bagaimana merubah hidup rakyat dari keterpurukan ekonomi menjadi rakyat yang bisa hidup bermandiri, tentunya dengan bantuan modal kur tersebut.”BRI se indonesia menyediakan anggaran Rp.70 Triliun untuk program KUR. Nah, sangat keliru kalau kami tidak mampu memberikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia melalui pemberian kredit KUR, dengan bunga 0,9 persen setahun tersebut,” paparnya.

Pada intinya kata Muin, petani di Bima dan Dompu harus dibantu secara maksimal dengan adanya kur yang menjadi program andalam pemerintah di Era Presiden Jokowi sekarang.”Sekali lagi, dengan uang kur Rp.140Milyar di BRI Cabang Bima sekarang, saya berkomitmen untuk disalurkan ke masyarakat kecil, bukan memperkaya orang tertentu. Semoga saja, selama saya menjadi pimpinan BRI di Bima ini, saya sudah berbuat banyak untuk warga Bima dan dompu,” tuturnya penuh harap.(KS-R01)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *