PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Pertanian Kecamatan Soromandi, Muhtar, SP melakukan penggelapan atas uang pengadaan pupuk kompos untuk lima kelompok tani percetakan sawah baru lebih kurang Rp.40Juta lebih. Pasalnya, ketika lima kelompok tersebut melakukan pencairan uang pada Tahun 2016 kemarin, pengurus kelompok menyetor kembali uang tersebut ke Kepala UPT dengan untuk membeli pupuk kompos, namun hingga sekarang tidak di droping ke kelompok.

SOROMANDI, KS.- Delegasi lima kelompok Ruslin H.Abdullah, selaku Ketua Kelompok Tani (Koptan) Mpiri Dempa II mengaku telah menyerahkan uang kepada Kepala UPT Pertanian Soromandi senilai belasan juta lebih, dengan alasan uang itu untuk membeli pupuk kompos bagi anggota kelompok yang ada. Parahnya, hingga sekarang pupuk kompos untuk kelompok Mpiri Dempa II tidak juga diberikan oleh KUPT , bahkan berkali-kali ditanya ke pengada pupuk kompos Arifin warga Desa Nggembe, mengaku uang belum diserahkan oleh pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima, termasuk oleh Kepala UPT Pertanian Soromandi tersebut.

“Saya sudah serahkan ke Kepala UPT Pertanian Pak Muhtar uang itu, setelah saya cairkan uang kelompok di Bank waktu itu. Kenapa sampai hari ini belum juga diserahkan ke kelompok pupuk kompos itu,” tutur Rusli dengan nada kesal.

Rusli juga mengaku bahwa tidak hanya dirinya yang telah menyerahkan uang kelompok tersebut ke Kepala UPT, tapi juga empat kelompok lain. Rata- rata perkelompok menyerahkan minimal Rp.9Juta ke Kepala UPT dari lima kelompok yang ada.”Kembalikan uang kelompok kalau tidak ada pupuk kompos. Jangan makan uang koptan kami lah, apalagi sawah yang dicetak oleh pemerintah kemarin sudah kami tanam semua jagung saat ini,” kata Ruslin serius.

Kepala UPT Pertanian Soromandi, Muchtar,SP yang dimintai tanggapannya mengaku tidak tahu soal uang itu.”Saya sudah serahkan uang itu ke Dinas, dan pihak dinas telah menyerahkan ke Arifin, namun oleh Arifin tidak memberikan pupuk itu kepada lima kelompok tani di sampungu,” bantahnya singkat.(KS-R01)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *