PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Sebanyak 40 lebih pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Bima bertandang ke Aceh dalam rangka menghadiri dan memeriahkan acara Penas Petani Nelayan XV 2017 di Aceh yang diperbaiki pada tanggal 1 Mei 2017. Selain pejabat yang “bertamasya” ke sana, Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri juga tidak ketinggalan untuk hadir dalam acara yang dibuka resmi oleh Presiden RI tersebut.


BIMA, KS.- Kehadiran puluhan pejabat Pemkab di Aceh, sepertinya mendapat tanggapan miris dari sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bima, karena menganggap keberangkatan pejabat dan Bupati tersebut menghabiskan uang Daerah dan merugikan rakyat Kabupaten Bima.

“Jika perorang menghabiskan anggaran Rp.10Jutaan, maka total APBD yang dihabiskan untuk perjalanan ke Aceh pulang pergi sekitar Rp.400Juta lebih. Sementara kontribusi untuk Daerah ini apa dengan kehadiran pejabat pemkab Bima dan bupati disana,” tanya Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muchlis, S.Sos saat memberikan keterangan pers, Minggu (7/5) siang kemarin.

Edy menuding Bupati Bima hanya menjadi pemimpin yang “hura-hura”, menghabiskan uang rakyat untuk keluar daerah tanpa ada kontribusi balik dari kunjungan kerja Bupati selama ini. Mestinya Bupati tidak perlu mengajak pejabat banyak untuk ke Aceh, cukup pejabat di Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan untuk ke aceh, tapi justru Bupati mengajak puluhan pejabatnya.

“Ada apa dengan Bupati Bima yang mengajak banyak pejabat ke aceh, apakah ini tidak termasuk menghabiskan uang rakyat. Saya berharap agar bupati segera menghentikan kebiasaannya keluar daerah. Atau ada dugaan kegiatan khusus lain yang dilakukan oleh Bupati selama ini, sehingga rutin keluar daerah,” duganya.

Senada juga disampaikan Sulaiman MT,SH. Duta Gerindra ini menilai bahwa kebiasaan buruk pemimpin Kabupaten Bima sekarang yaitu sering keluar daerah, hampir dua kali dalam seminggu Bupati tidak berada di daerah ini.

“Hoby bupati Dinda adalah keluar daerah. Kenapa tidak didelegasikan ke pejabat lain, bila tidak harus bupati hadir dalam acara tersebut. Saya juga menduga bahwa kedatang bupati setiap undangan yang diterima selama ini, bisa saja sebagai bentuk pencitraan diri seorang Bupati, seakan-akan berhasil membangun dan memimpin daerah ini, padahal faktanya bupati kita gagal membangun Daerahnya,” ungkapnya.

Sementara Bupati Bima hendak dihubungi belum berhasil dikonfirmasi, begitu juga dengan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Armin Farid saat dihubungi via ponselnya tidak memberikan jawaban, meski di SMS mengenai tujuan dari telpon oleh wartawan Koran Stabilitas.

Sedangkan jadwal kegiatan di aceh tersebut, mulai tanggal 1 hingga tanggal 11 pekan depan, dengan puluhan agenda kegiatan penting. (KS-IB02)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *