PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

KUNCI JAWABAN TES KAUR, KADUS DAN SEKDES BEREDAR SEBELUM TES

Diduga kuat, kunci jawaban untuk tes tertulis bagi Kaur, Kepala Dusun (Kadus) dan Sekretaris Desa (Sekdes) yang dilaksanakan di masing-masing Kantor Camat di Wilayah Pemerintah Kabupaten Bima, Senin (15/2) kemarin beredar sebelum tes dilaksanakan. Pasalnya, kunci jawaban itu diperoleh seorang wartawan Koran Stabilitas, Rafidin S,Sos pada hari Minggu sekitar pukul 16.53 wita pada salah seorang warga yang berdomisili di Wilayah Lingkungan Karara Kecamatan Mpunda Kota Bima. Konon, kunci jawaban itu didapat oleh warga tersebut dari seorang yang memiliki kekuasaan dan kewenangan di sebuah SKPD di Lingkup Kabupaten Bima.


BIMA, KS.- Beberapa saat usai mendapatkan kunci jawaban itu, Rafidin yang merupakan pimpinan Koran Stabilitas memberikan dua kunci jawaban tersebut (Kunci jawaban KADUS/KAUR dan Sekdes) kepada Kapolres Bima Kabupaten Bima, AKBP.Eka Faturahman, S.Ik, kemudian mengirim ke Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri melalui WheatsAPP (WA) dan mengirim melalui Massenger ke Kepala BPMDES Kabupaten Bima, Drs.Andi Sirajudin M.AP , dengan meminta agar soal dikocok ulang atau menunda pelaksanaan tes, karena kunci jawaban telah beredar.

Namun oleh Andi Sirajudin bertanya balik kepada Wartawan, kenapa kunci jawaban bisa bocor, sementara soal baru diberikan oleh empat dosen pembuat soal hari Senin (15/5) di Kantor BPMDES. Ketika disampaikan oleh Wartawan (Rafidin,red) agar mempertanyakan kebocoran tersebut ke panitia pembuat soal yaitu Ahmad Yasin,SH (Dosen STIH), Drs.Muchlis (Dosen STISIP), M.Taher, M.Pd (Dosen STKIP Bima) dan Darmuji, M.Pd (Dosen STKIP Taman Siswa), dijawab oleh Andi kembali, meminta kepada wartawan agar tidak sebarkan adanya temuan kunci jawaban tersebut, dengan komitmen adik kandung wartawan atasnama Arifuraidin S,Sos yang ikut tes sekdes di Desa Sampungu akan diluluskan, dengan cara memberikan kunci jawaban tersebut kepada Arifuraidin, namun oleh Rafidin tidak memberikan kunci jawaban itu, sehingga adiknya pun mengisi soal 100 nomor berdasarkan kemampuannya sendiri.

“Saya tidak memberikan kunci jawaban itu ke adik saya, sehingga dari 100 soal yang disediakan panitia hanya 74 nomor yang dijawab benar oleh adik saya, sisanya 26 salah,” tuturnya.

Selain meminta kebocoran kunci jawaban agar tidak sebarkan, Andi juga mengaku telah berbicara dengan Bupati Bima mengenai keikutsertaan adik kandung dirinya (Rafidin) sebagai peserta calon sekdes Sampungu. Yang pada intinya, Bupati kata Andi setuju Arifuraidin akan diloloskan dari tes sekdes tersebut.

”Pak Andi membawa-bawa nama Bupati, juga meminta saya tidak sebarkan kunci jawaban itu ke orang lain. Parahnya lagi, Pak Andi memberikan keyakinan kepada saya bahwa kunci jawaban yang saya pegang adalah kunci jawaban yang benar semua, sementara ada juga kunci jawaban yang salah 10 dan salah tiga nomor yang diberika kepada orang yang datang meminta kepadanya (orang terdekat),” ungkap Rafidin mengutip pernyataan Andi Sirajudin pada Hari Senin sebelum acara penyerahan naskah soal yang asli oleh pihak dosen pembuat soal ke Bupati waktu itu.

Selanjutnya, Rafidin juga mengaku berterima kasih kepada Kapolres Bima Kabupaten AKBP.Eka Faturahman, S.Ik yang begitu serius dan cepat menanggapi laporan kebocoran soal hari Minggu itu, karena pengawalan soal dari BPMDES ke Camat dikawal ketat oleh Polisi dan TNI. Namun, apa hendak dikata, upaya pengamanan telah maksimal dilakukan oleh aparat penegak hokum, namun kunci jawaban itu diduga telah beredar sejak Jum’at atau hari Sabtu sebelumnya.

“Saya mengangkat kasus bocoran soal ini sebelum tes dilaksanakan. Kapolres Kabupaten Bima adalah orang pertama yang saya hubungi pada hari Minggu kemarin, kemudian Bupati dan Pak Andi selaku Kepala Dinas BPMDES. Namun, oleh Bupati dan kepala BPMDES tidak menunda pelaksanaan tes atau mengocok ulang soal yang ada, padahal informasi telah diterima sebelum ujian berlangsung dari wartawan,” ungkap Rafidin secara rinci.

Upaya Rafidin untuk mengungkap kebohongan dan kebobrokan pelaksanaan tes kaur, kadus dan sekdes tersebut terus dilakukannya, dengan memperlihatkan kunci jawaban tersebut kepada Drs.Muhclis Dosen STISIP Mbojo Bima yang merupakan salah satu pembuat soal, di Kantor BPMDES Senin pagi sekitar pukul 08.00 wita.

”Saat saya memperlihatkan kunci jawaban dalam Handphone, pak Muchlis pun merasa heran dan bertanya kepada saya, dari mana saya mendapatkan kunci jawaban itu,” jelasnya.

Akhir pernyataannya, Rafidin menduga bahwa bocornya kunci jawaban itu ada kerjasama oknum pembuat soal dengan kepada BPMDES, dengan tujuan kunci jawaban itu dijual kepada peserta tes baik kaur, kadus dan sekdes dengan nilai mulai dari angka Rp.30Juta bagi kadus dan kaur, sementara sekdes mulai dari angka Rp.50Juta hingga Rp.70Juta.

“Saya melihat kasus ini dijadikan bisnis untuk mencari uang banyak dalam kaitan tes perekrutan kaur, kadus dan sekdes kemarin oleh oknum pembuat soal dan kepala BPMDES. Masalahnya, kenapa kunci jawaban bisa bocor sehari sebelum tes, sementara soal dan kunci jawaban diserahkan oleh empat dosen itu ke Bupati atau pihak BPMDES hari Senin (15/5),” urainya jelas.

Sementara salah seorang pembuat soal Drs.Muchlis yang dihubungi Senin (15/5) pagi mengaku tidak tau bocornya kunci jawaban tersebut.”Saya hanya membuat 20 nomor soal itu. Soal kunci jawaban saya serahkan ke panitia lain, dan selanjutnya saya tidak tahu menahu, apalagi sampai membocorkan seperti itu,” kata Muchlis seraya menanyakan kepada Wartawan Stabilitas, dari mana kunci jawaban itu didapat.

Bagaimana komentar Kepala BPMDES Drs.Andi Sirajudin ?. Saat dikonfirmasi Andi awalnya mengaku tidak tahu soal bocornya kunci jawaban tersebut, tapi akhirnya mengaku ada dua lembaran jawaban yang beredar yaitu, yang 10 nomor salah dan tiga nomor yang salah. “Nah, yang Rafidin itu dapat yang benar semua jawabannya,”akui Andi yang saat itu tidak menyangka menjadi berita atas pengakuannya.(KS-Q05/01)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

1 comments:

  1. semoga kedepannya problem yan gseperti ini tidak ditemui lagi, mari kita bangkit menuju Indonesia yang berjaya

    BalasHapus


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *