PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima kembali menggelar kegiatan pembekalan program KKN Ke XV, Gelombang II Tahun Akademik 2017/2018 kepada 78 mahasiswa. Dalam sambutannya, Ketua STIE Bima, Firdaus ST, MM berharap kegiatan pengabdian masyarakat itu dapat memberikan solusi bagi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Hal itu seirama dengan kampus STIE Bima yang konsen dalam Bidang Ekonomi.

Firdaus ST, MM. Foto: aktualita.info

KOTA BIMA, KS.- Diingatkan Firdaus, perserta KKN nantinya harus mampu membaca masalah yang ada di masyarakat. Dari masalah itu kata dia, dapat diformulasikan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. “Lihat potensi yang ada, kemudia susun program yang menjadi solusi dari masalah, sehingga dapat membawa peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” pesan pria ramah ini.

Kehadiran mahasiswa KKN harusnya dapat membawa angin segar dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat. Terutama desa yang menjadi tempat dilaksanakannya salah satu kegiatan tridarma Perguruan Tinggi (PT) ini. “Anda (Mahasiswa KKN, Red) harus mampu menjadi solusi dari masalah yang ada,” jelasnya.

Termasuk tantangan yang menjadi tugas dari mahasiswanya ini kata Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bima ini, adalah ikut ambil bagian dalam menyelesaikan konflik horisontal di masyarakat. “Apalagi saat ini sedang marak perang kampun. Jadi anda harus bisa ikut meredamnnya,” pesannya.

Karena menurut pria ramah ini, salah satu penyebab terjadinya konflik adalah, banyaknya waktu luang daripada waktu untuk bekerja. Sehingga sangat muda terpancing dalam konflik, karena tidak ada kesibukan lain yang bisa menahan warga.

Untuk itu lanjut pria berkacamatan ini, sebagai sarjana di bidang ekonomi tentu ikut bertanggung jawab dalam meredam konflik dengan memikirkan kegiatan untuk warga. Karena sarjana ekonomi kata dia, harus punya jurus jitu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. “Harus mampu menjadi generasi berperang aktif dalam lingkungan sosial,” tegasnya.

Dia mengaku sengaja mengirim mahasiswanya untuk menjalankan program KKN ke desa-desa. Hal itu kata dia, agar dapat dilakukan perubahan dan peningkatan ekonomi. Lebih-lebih disarankan agar program lebih konsen pada cakupan yang lebih kecil yaitu tataran kampung. “Kalau saya, malah sarankan konsen membangun mulai dari cakupan terkecil misalnya seperti dusun atau lingkunga. Sehingga program yang direncanakan dapat dilaksanakan secara fokus,” sarannya.

Namun demikian, program dapat berjalan baik jika peserta KKN amanah dalam melaksanakan program. Jangan hanya pandai meminta sumbangan dana saja, namun tidak ada realisasi di lapangan. “Saya tidak mau dengar ada mahasiswa yang minta sumbangan tapi tidak ada realisasi. Itu sangat tidak baik,” pesannya.

Namun sejauh ini kata dia, keberadaan peserta KKN STIE Bima cukup berkesa bagi masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan berat hatinya masyarat melepas mahasiswa STIE yang KKN. “Bahkan ada warga yang tidak ingin melepas cepat. Ini tandanya kita sangat disukai. Tapi mau bagaimana kita hanya punya waktu cukup singkat,” jelasnya.

Kesan baik itu lanjut mantan Sekretaris DPC Demokrat Kota Bima ini, harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Masyarakat harus mampu menjaga nama baik almamater selama mengikuti program KKN. Sehingga nama baik STIE Bima tetap terjaga dengan baik. “Jika aada yang malah menjadi provokator atau malah ikut-ikutan, langsung kami tarik,” ancamnya.

Dia juga berpesan, agara mahasiswa tidak berkecil hati karena mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi di Bima. Karena pada dasarnya, tidak ada subtansi mendasar antara PT yang ada di Bima mamupun di adarah lain.

“Mungkin kalau dibandingkan dengan di Jawa dan Bali mungkin lebih unggul mereka, tapi jika dibandingkan daerah lain, malah mungkin lebih unggul di Bima,” tuturnya.

Dia berharap, sebagai sarjana ekonomi, alumni STIE Bima dapat menjadi pelopor Dallam pembangunan di daerah. Tentu daja muara akhirnya dalah meningkatkan hajat hidup masyarakat.

Kegiatan pembekalan itu dilanjutkan dengan pemaparan materi KKN oleh dosen setempat, yaitu Mistar MM, Yuliati Basri, MM, Puji Muniarti, MM. Setelah penyampaian materi, 74 mahasiswa mengikuti simulasi KKN di kelas dan dilanjutkan dengan evaluasi materi KKN.

Rencananya, peserta KKN itu akan ditempatkan di 9 lokasi yang tersebar di wilayah Kota, Kabupaten Bima dan Dompu. Dan akan dilepas sekitar Juni 2017 ini dengan jumlah peserta keseluruhan mencapai 162 mahasiswa yang terdiri dari dua tahap. (KS-M05)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *