PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Beberapa pekan lalu, Kabupaten Bima mencekam. Terjadi keributan antar warga. Bahkan sampai terjadi perang kampung. Mengingat hal itu kerap terjadi, pemerinta daerah terus melakukan himbauan agar masyarakat bisa menahan diri dan menyelesaikan masalah secara arif. Himbauan itu baik datang dari pemerinta Kabupaten Bima maupun pemerintah Provinsi NTB.

Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin SH, M. Si

BIMA, KS.- Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin SH, M. Si meminta kepada masyarakat untuk menyelesaikan setiap ada masalah dengan kepala dingin. Sebab kata dia, tidak ada satupun masalah yang tidak ada solusi. “Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan,” ujarnya.

Namun yang terpenting kata dia, masalah horisontal yang kerap terjadi di tengah warga ini tidak hanya bisa diselesaikan dengan melakukan pembinaan saja. Namun yang lebih substansi adalah dicarikan akar masalah. “Tentu kita perlu mengetahui akar masalah, kenapa hal itu bisa terjadi,” jelasnya.

Sebut saja, andai konflik itu didalangi masalah ekonomi. Maka solusinya adalah mensejahterakan ekonomi masyarakat. Bisa berbentuk program-program kreatifitas dan yang lain-lain. “Kalau akar masalah adalah masalah ekonomi, itulah peran pemerintah untuk membangun infrastruktur untuk menyerap tenaga kerja,” jelasnya.

Sebut saja misalnya seperti bidang pertanian kreatif, ekonomi kreatif, pariwisata kreatif dan lain-lain. “Kalau kreatif masyarakat, tidak ada ruang masyarakat konflik. Karena sibuk kerja,” jelasnya.

Konflik kata dia tidak memberikan manfaat apa-apa. Bahkan hanya membawa kesengsaraan saja. Kejadian dapat bercermin dapa beberapa belahan dunia, akibat konflim masyarakat menjadi sengsara. “Contohnya bantak di Negara lain, akibat konflik banyak pengungsi jadinya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, masalah itu juga dapat diselesaikan dengan mengembalikan masalah kepada tokoh agama dan pancasila sebagai dasar negara. “Kalau kembali ke agama atau dasar Negara kita pancasila, maka hidup kita akan tenang,” pungkasnya. (KS-M05)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *