PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Teka teki siapa kandidat yang bakal di usung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bima di Pilkada Juni 2018 mendatang, mulai terjawab pelan-pelan. Beredar isu beberapa hari terakhir ini, bahwa PDIP akan mengusung Hj.Yeni Marlina, istri Walikota Bima, HM Qurais H.Abidin. Bila benar PDIP menentukan sikap politik demikian, berarti PDIP sudah mengambil keputusan yang sangat tepat, karena figure istri Walikota tersebut layak dijual di Kota Bima, apalagi pengalaman politik di Pilkada Kabupaten Bima 2015 kemarin, kandidat perempuan yang terpilih menjadi Kepala Daerah.

Hj.Yeni Marlina

BIMA, KS.- Sebelumnya, PDIP dikabarkan telah menjatuhkan pilihan untuk mengusung H.Arahman H.Abidin, Wakil Walikota Bima sekarang. Namun entah kenapa, di tengah jalan PDIP merubah pilihan ke kandidat lainnya, padahal Hj.Yeni Marlina adalah kakak iparnya Wakil Walikota Bima sendiri.

Untuk mendapatkan jawaban soal isu akan digunakannya PDIP oleh Umi Yani, panggilan akrab istri tercinta Walikota Bima tersebut, wartawan Koran Stabilitas mencoba melakukan wawancara salah seorang pengurus PDIP Kota Bima Yudi. Namun, salah satu pimpinan media di Bima itu enggan menjawab soal isu demikian, dan menyarankan Wartawan agar mewawancara langsung Ketua DPC PDIP Kota Bima, Ruslan,SH.

Apa tanggapan Ruslan dengan adanya informasi demikian ?. Saat dikonfirmasi via ponselnya, Minggu (2/7) malam pukul 19.35 wita mengakui adanya instruksi DPP PDIP yang meminta kepada seluruh pengurus PDIP Kota Bima mulai dari tingkat Kelurahan hingga tingkat Kota Bima untuk mengamankan kebijakan DPP PDIP yaitu mengusung Hj.Marlin H.Qurais, istri Walikota Bima.

“Memang dalam sebulan terakhir ini sudah ada hasil survey internal PDIP di Kota Bima. Nah, hasil survey tersebut sepertinya elektabilitas Umi Yani jauh lebih tinggi dari kandidat lain, sehingga oleh DPP PDIP memerintahkan saya selaku Ketua DPC PDIP agar tetap mengamankan kebijakan DPP tersebut,” terangnya.

Dengan adanya instruksi DPP tersebut kata Ruslan, tentunya menjawab adanya isu selama ini bahwa PDIP telah dibayar oleh seseorang atau salah satu kandidat termasuk isu akan digunakan oleh Wakil Walikota Bima, H.Arahman H.Abidin.”Semua isu itu tidak benar, karena tadi (Minggu kemarin,red) kami telah rapat melibatkan banyak pengurus DPC PDIP yang semuanya mengusung Umi Yani di Pilkada Kota Bima sebagai Calon Walikota Bima, “tegasnya mengakhiri wawancara.(KS-R01)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *