PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Meski, banyak yang tidak menerima, tidak setuju dengan stempel Zona Merah untuk Bima (Kota Bima dan Kabupaten Bima). Namun, cap sebagai salah satu Daerah tidak aman itu seolah-olah tidak dapat dihindari. Pemicunya, karena sederet insiden tindakan kriminal, mulai dari dugaan pembunuhan, perang antar kampong, kasus Lambu, pembakaran Kantor Bupati Bima, penembakan disertai pembunuhan terhadap beberapa Anggota Polisi hingga pada penangkapan Warga yang diduga masuk jaringan Teroris. Prihatin atas stempel itu, Firdaus, ST,MM Rektor STIE Bima pun bersuara.

Firdaus, ST,MM

KOTA BIMA, KS - Akademisi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ternama di Bima itu angkat bicara lebih pada dampak negative terhadap kondisi perekonomian bagi Rakyat dan Daerah Bima. Masalahnya, tidak ada lagi Investor atau pengusaha bermodal yang berani menginjakan kaki atau menjalankan aktivitas.

”Dari segi ekonomi, dampak negatifnya sangat jelas sekali. Faktanya, sampai saat ini hamper tidak ada satupun investor yang berani masuk ke daerah kita. Pemicunya, ya karena stempel dimaksud,” ujar Firdaus.

Ketakutan investor, bukan saja sesudah dicap sebagai salah satu daerah zona merah. Tapi jauh sebelum itu, baru mulai menginjakan kaki di Bima sudah menuai masalah, didemo hingga bahkan diusir. Apalagi, kalau sudah beroperasi. Padahal, kehadiran para kaum bermodal dalam mengelola potensi alam menguntungkan baik untuk rakyat maupun daerah. Angka pengangguran menurun dengan tersedianya lapangan pekerjaan baru, Rakyat Sejahtera otomatis angka kemiskinan menurun. Sementara, untuk Daerah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah. Sehingga, APBD mengalami peningkatan.

”Kalau secara ekonomi, masuknya investor sangat menguntungkan buat kita. Cuman, bagaimana berani masuk sedangkan daerah kita sudah dicap tidak aman. Bima sarang Teroris, ISIS – lah dan beragam tindak kejahatan lainya. Soal rugi, ya jelas kita sendiri yang dirugikan akibat stempel tersebut, tidak ada investor yang berani masuk,” tuturnya.

Lantas apa solusi agar insiden hingga bahkan Bima di cap daerah tidak aman? Menjawab pertanyaan itu, Firdaus menghimbau Institusi Penegak Hukum untuk meningkatkan kinerja Intelejennya. Selain itu, ia pun dengan tegas meminta Pemerintah untuk tidak tutup mata atas persoalan tersebut.

”Ini masalah buat daerah kita, jadi harus segera dicarikan jalan keluarnya. Tapi, semua itu tergantung kemauan, nawaitu kita demi kebaikan,kemajuan Dou Labo Dana Mbojo,” terangnya. (KS-Anh)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *