PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Kekalahan dalam pertarungan untuk memperebutkan Ketua DPD II Golkar Kota Bima, nampaknya membawa angin segar bagi Hj.Ferra Amalia, SE, MM. Impian besar agar Putra H.Abidin – Putri Sultan Bima itu berpasangan dalam Pilkada Kota Bima 2018, pun menjadi kenyataan.Teka teki itu terjawab, setelah mantan Ketua DPRD Kota Bima itu gagal mempertahankan Kursi Ketua di partai berwarna kuning tersebut.

Hj.Ferra Amalia, SE, MM.

KOTA BIMA, KS. - Hal itu sekaligus menepis anggapan akan berakhirnya karier Dae Ferra dalam dunia politik, menyusul kekalahannya dalam kompetisi intern parpol tersebut. Sesungguhnya, karier Umi Ferra setelah keluar dari golkar bukan menurun, apalagi sampai disebut-sebut berakhir. Tapi, justru meningkat dan lebih baik dari sebelumnya. Menurutnya, kehilangan kursi ketua DPD atau keluar dari golkar bukan akhir dari segalanya.

“Dalam politik kan mencari peluang, kalau di golkar peluangnya kecil, ya cari di partai lain. Bagi saya, itu sah-sah saja. Beliau boleh gagal dan kalah dalam pertarungan tersebut, belum tentu pada pilkada 2018 ini. Saat ini saja, sudah mulai terlihat, beliau dipilih untuk menjadi kandidat wakil H.Man,” ujar H.Armansyah, SE kepada Koran Stabilitas.

Informasi seputar itu bukan sekedar isu atau kabar angin semata, melainkan benar adanya. Kejelasan soal itu diperkuat dengan dukungan Tiga Partai Politik (Parpol), yakni PKS, Demokrat dan PDI-P. Bahkan, Pasangan Calon (Paslon) yang sudah tenar dengan Manufer (Man – Umi Ferra ) itu, segera dideklarasikan.”InsaAllah, dalam waktu dekat ini Paslon Manufer segera deklarasi. Dua kubu itu sudah sepakat, putusanya final. Terlebih, paketan itu sudah mendapat dukungan dan restu tiga partai besar,”kata Anggota DPRD Kota Bima tersebut.

Jika pilihan hengkang dari partai yang membesarkanya menguntungkan politisi Srikandi itu, lain halnya dengan H.Man. Bahkan, ada yang mempredikasi kehadiran Umi Ferra akan memperkecil peluang H.Man untuk memenangkan kompetisi tersebut. Alasanya, terletak pada kekalahan di momen Pilkada juga Pemilihan Legislatif (Pileg) periode sebelumnya. Ditambah lagi, kehilangan dukungan, simpatisan dari partai yang membesarkanya (golkar). Terlebih, saat ini sudah tidak ada lagi H.Ferri Zulkarnain,ST sebagai tiang, power-nya.

Menanggapi hal itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menegaskan, hal itu bukan menjadi tolok ukur. Karena, pertarungan politik dimomen sebelumnya jelas berbeda dengan saat ini. Mulai dari paslon hingga menyangkut rival (lawan).”Kalau sebelumnya, H.Man – Umi Ferra menjadi lawan dan berseberangan. Kini, mereka sudah bersatu, menyatukan kekuatan sekaligus bekerjasama demi dan untuk meraih kemenangan,” terangnya.

Karena itu, dirinya mengajak sekaligus menghimbau pada seluruh masyarakat agar tidak sembarang mendukung dan memilih calon pemimpin. Mengingat, nasib Kota Bima lima tahun berikutnya tergantung sungguh pilihan masyarakat pada momen pesta demokrasi 2018 ini.”Pilihan dalam momen itu menentukan masa depan rakyat dan daerah lima tahun mendatang. Makanya, jangan sampai salah memilih, pilihlah paslon yang amanah, bertanggungjawab dan sudah teruji tindakan serta pengabdiannya,” pungkasnya.(KS-Anh)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *