PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Lima Belas Tahun Kota Bima telah terbentuk. Seiring dengan umurnya itu, pemerintah Kota Bima pun terus membenahi diri, terutama soal kemiskinan dan pengangguran yang selama ini dianggap menjadi momok bagi setiap Daerah. Namun bagi pemerintah Kota Bima, isu kemiskinan dan pengangguran menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Alhasil, angka kemiskian di Tahun 2015 sebanyak 10,15 persen, namun di tahun 2017 kemarin turun menjadi 3,51 persen.

Ilustrasi

KOTA BIMA, KS.- Prosentase turunnya angka kemiskian itu disampaikan pegawai Badan Statistik Kota Bima, Baiq Rini Adekayanti,S.ST saat ditemui di kantornya, Jum’at (2/3) kemarin.

Rendahnya tingkat pengangguran yang ada, sangat mempengaruhi pada angka kemiskinan. Hal itu dapat dilihat dari survey lapangan yang dilakukan pada tahun 2015 sampai 2017.”Indicator suatu keberhasilan pemerintahan terkait angka kemiskinan dan angka pengangguran, terlihat saat dilakukan monitoring kebijakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Kata Baiq, kekhawatiran akibat banjir bandang yang terjadi tahun 2016, ditakuti tingginya angka kemiskinan kota bima. Ternyata, ketika di lakukan penghitungan hasil survey, tidak mengarah pada tingginya angka pengangguran atau kemiskinan, justru angka kemiskinan dan pengangguran menurun.

“Hasil survey kami bahwa akibat banjir kemarin tidak berpengaruh pada kemiskinan dan pengangguran di Kota Bima,” pungkasnya.

Hasil survey social ekonomi nasional (SOSIMNAS) di lakukan pada dua kali dalam setahun yaitu pada bulan maret dan September. Untuk bulan maret terkait mengekstimasi yang level kebupaten/Kota.”Indikatornya adalah hanya memperlihatkan invlasi, indicator lain soal hitungan angka kemiskinan,” cetusnya.

Sedangkan di September memang di lakukan SOSIMNAS, tetapi sampelnya lebih kecil. Maka, hanya bisa mengekstimasi di level tingkat profinsi sampai dengan nasional.l Sedangkan bulan maret BPS, baru bisa menghitung tingkat kemiskinannya karena sampel SOSIMNAS besar tepatnya 480 rumah tangga untuk mewakili 167.000 ribu penduduk kota Bima.”Yang digunakan hanya 480 sampel rumah tangga. Jadi, satu rumah tangga mewakili sekitar tiga ratusan penduduk di kota bima,” jelasnya.

Secara umum NTB paling kecil tingkat kemiskinan jika dilihat dengan perbandingan angka kemiskinan pada provinsi Lombok. Minimmya tingkat kemiskinan yang melonjak di akibatkan dari kurangnya tingkat ketenagakerjaan atau pengangguran.”Soalnya, pengangguran yang ada di Kota Bima mengalami tingkat penurunan yang sangat dratis,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2016 pihak BPS ( Badan Pusat Statistik) tidak merilis jumlah angka penganggurannya, dikarenakan survey tidak dilakukan. Karena pada saat itu pihaknya mengalami penghematan anggaran, sehingga salah satu survei sumber data pengangguran. Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) tidak dilakukan pada tahun 2016.

“Badan Pusat Statistik juga hanya mengeluarkan angka presentasi kemiskinan, sedangkan untuk fenomena lapangannya lebih banyak diketahui oleh pemerintah dan masyarakat terkait,” tandasnya.(TIM PKL STISIP)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *