PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Makanan Khas Kabupaten Dompu jenis Nasi Bambu dan Tape ketan hitam (bahasa daerahnya timbu dan dahi) terus menjadi makanan favorit kalangan masyarakat Kabupaten Dompu dan daerah lainya. Makanan ini pun dapat di jumpai di sejumlah wilayah di Dompu salah satunya di Pasar Raya wilayah Kota Dompu.

Salah seorang pedagang timbu di depan terminal Ginte Kab. Dompu

DOMPU, KS - Salah seorang pembeli makanan timbu dan dahi, Suliswati (28 thn) warga Kota Bima NTB. Kepada wartawan ini mengaku sudah sejak lama mengkonsumsi makanan khas Dompu tersebut."Setiap kali saya datang di Dompu ini, saya tetap menyempatkan waktu untuk membeli Timbu dan Dahi," ujarnya saat diwawancarai wartawan ini di lokasi pasar raya Dompu, Rabu (30/5/2018).

Menurut dia, makanan khas Dompu ini memiliki cita rasa yang lezat dan enak ketika mengkonsumsinya."Ini makanan murni makanan lokal yang berbahan beras ketan dan bahan lain. Makanya makanan ink sangat enak," katanya

Sementara itu salah seorang pedagang Timbu dan Dahi, Wati warga Kabupaten Dompu kepada wartawan ini juga mengaku sudah lama berjualan makanan khas dompu (timbu dan dahi)."Saya sudah bertahun-tahun jualan makanan ini," katanya.

Dikatakan Wati, Nasi bambu dijual dengan harga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per-paketnya. Sementara kalau Dahi dijual dengan Rp 10 ribu gelasnya."Itu harganya. Tapi kalau konsumen mau beli Timbu Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu saya tetap melayanani dengan jumlah timbu yang sudah di potong-potong," jelasnya.

Wati menyebut, selama berjualan timbu dan dahi keuntungannya terbilang lumayan banyak."Alhamdulillah, setiap tetap ada pembeli yang meminati dagangan saya," terangnya.

Diakui Wati, Timbu dan Dahi ini merupakan hasil karya tanganya sendiri dan dibantu oleh para keluarganya."Kami membuat sendiri timbu dan dahi ini. Bahan untuk membuat makanan khas ini hanya beras kentan dan beberapa bahan lain," paparnya.(KS-RUL)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *