PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Meski sulitnya lapangan kerja di wilayah Kota Bima tidak menyurutkan semangat Aris Munandar (33 Thn) dan Muhammad Izzul Islam (31 thn) untuk meraih perubahan dalam dunia usaha. Hal itu terbukti dua orang pemuda kelahiran Desa Kalla Kecamatan Donggo Kabupaten Bima ini sukses dalam mengembangkan usaha Kopi Dinasti Kahawa (Kopi Racikan Tambora).

Kopi Dinasti Kahawa (Kopi Racikan Tambora) di Lapangan Serasuba Kota Bima.

KOTA BIMA, KS - Pemilik usaha Dinasti Kahawa Kota Bima, Aris Munandar mengaku sudah dua tahun menjalankan usaha kopi racikan tambora yang dijajaninya di Lapangan Serasuba Kota Bima."Saya awalnya penggemar dan penikmat kopi. Dari situlah munculnya ide saya untuk mengembangkan usaha menjual kopi siap saji," ujar Aris saat ditemui wartawan ini di Lapangan Serasuba Kota Bima,Minggu malam (24/6/2018).

Dikatakan Aris, kopi siap saji ini berbahan lokal yang berasal dari daerah Bima. Salah satu bahanya yaitu Biji Kopi Tambora Robusta."Kopi ini kita racik dengan menggunakan alat manual rosting tanpa bantuan alat moderen. Hasil racikan ini pun mampu membuat rasa kopi yang nikmat dan tidak kalah dengan rasa kopi yang ada di kota-kota besar," jelasnya.

Diakui Aris, Kopi racik siap saji ini di jual pada waktu malam hari di lokasi Lapangan Serasuba. Setiap malam kata dia, banyak pengunjung yang datang untuk meminum kopi tersebut."Alhamdulillah, hampir setiap malam kopi racik jualan kami ini banyak diminati oleh pengunjung terutama para kawula muda," terangnya.

Aris menyebut, berjualan kopi racik ini memiliki keuntungannya cukup luar biasa dan modal awalnya hanya sebesar RP 200 ribu. Dalam satu hari kata dia, dirinya mampu mendapatkan keuntungan sebesar RP 500 ribu. Artinya keuntungan yang bersih di dapatkan sebanyak RP 300 ribu."Kopi racik ini kami jual dengan harga RP 5 ribu pergelas. Jadi nilai keuntungan yang kami dapatkan dalam satu bulan RP 9 Juta perbulan," katanya.

Hasil menjual kopi racik ini pun, dirinya bisa membeli motor dan membeli keperlua lainnya."Hasilnya juga ada yang saya tabung buat biaya nikah," tutur Aris sembari tersenyum dan menutup pembicaraanya.

Sebelumnya, pantauan langsung wartawan ini, hampir setiap malam kopi racikan siap saji yang dijual oleh dua orang pemuda kelahiran Desa Kalla Kecamatan Donggo Kabupaten Bima ini selalu ramai di kunjungi oleh para penikmat kopi terutama para kaum muda. Bahkan setiap hari daganganya ini selalu laris dan habis terjual. Disamping kopi racikan ini dijual dengan harga yang murah, juga rasa kopinya sangat nikmat dan lezat di lidah.

Karena mengembangkan usaha berjualan kopi racikan ini, dua orang pemuda yang saat ini tinggal di wilayah lingkungan Tolobali Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima menjadi terkenal. Bahkan mereka dikenal baik oleh para kaula muda di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima.(KS-RUL)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

3 comments:

  1. Keren...
    Luar biasa semangatnya kedua pemuda ini.
    Good luck untuk Dinasty Kahawa

    BalasHapus
  2. PEMERINTAH HAAHARUS TURUN TANGAN SEGERA TERHADAP STATUS PULAU KELAPA KEC. LAMBU, APABILA ADA OKNUM YANG TELAH MEPERJUAL BELIKAN DAERAH VITAL NEGARA HARUS SEGERA DI PROSES HUKUM KARENA MEREKA TELAH MELANGGAR HUKUM, PULAU KELAPA ADALAH MILIK PEMERINTAH DAERAH BIMA DAN WARGA BIMA TIDAK BOLEH DI PERJUAL BELIKAN, PULAU ITU ADALAH ASET YANG VITAL RAJA AMPAT DAN KOMODONYA BIMA.

    BalasHapus
  3. Pulau kelapa adalah aset pemerintahan kab. Bima tidak boleh di perjual belikan ke asing, apabila ada oknum yang ingin bermain segera di proses hukum karena telah melanggar hukum.

    BalasHapus


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *