PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Dugaan penyalahgunaan ADD Tahun 2017 di Kabupaten Bima mencuat ke permukaan. Kali ini, diduga melibatkan SY, Kepala Desa (Kades) Labuan Kananga Kecamatan Tambora. Angkanya tergolong besar,hingga mencapai Rp.500 Juta.

Ilustrasi

BIMA KS,- Modusnya, anggaran yang diperuntukan guna item pekerjaan Embung di desa setempat diduga kuat tidak dimanfaatkan sesuai aturan main yang telah ditentukan.Masalahnya, pekerjaan embung sebagai sarana penahan debit air pegunungan "mangkrak". Hingga bahkan mengalami kerusakan.

"Proyek tersebut mangkrak, mestinya diselesaikan akhir tahun 2017 sesuai yang tercantum dalam kontrak kerja.Faktanya, sampai detik ini belum juga dituntaskan. Sementara, anggaran sudah habis," ungkap Tokoh Pemuda Desa Labuan Kananga, Ahmadin.

Selain itu, Ahmadin pun menduga penggunaan anggaran Negara tersebut belum di SPJ kan. Bahkan, Pemerintah Daerah melalui BPM Des sudah memberi peringatan untuk pemdes setempat.

"Sepengetahuan saya, masalah ini sudah diketahui oleh Inspektorat Kabupaten Bima. Bahkan, Inspektorat sudah memerintahkan untuk segera menuntaskan pekerjaan tersebut sampai tahun 2017. Namun nyatanya peringatan itu tidak diindahkan, buktinya hingga pertengahan tahun 2018 ini proyek tersebut belum diselesaikan,” katanya.

Ahmaddin berharap kepada pihak-pihak terkait terutama Bupati Bima untuk segera memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap oknum Kepala Desa Labuan Kenanga guna untuk mempertanyakan mengenai anggaran RP 500 juta dan terkait mangkraknya proyek tersebut.”Masalah ini harus diusut secara tuntas dan tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Sementara kades Labuan Kanangan SY, yang hendak di konfirmasi melalui telepon gemgamnya (HP) di nomornya 081353510xxx guna untuk perimbangan pemberitaan tidak berhasil dihubungi lantaran saat dihubungi yang bersangkutan tidak mau merespon alias tidak mau mengangkat telepon.

Dilain waktu, Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri yang di hubungi melalui telepon via WhastApp guna untuk dimintai tanggapan terkait permasalahan ini juga terkesan tidak merespon. Bahkan dicoba konfirmasi dengan cara mengirim pesan singkat melalui via WhastApp juga tidak direspon.(KS-RUL)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *