PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Aliasi Mahasiswa dan Pemuda Wera (MPW) Kabupaten Bima, mengatakan ditengah rakyat Indonesia menyambut kehadiran pesta demokrasi serentak sebagai wujud dari jalannya demokrasi indonesia dalam memilih dan menentukan arah keberpihakan Negara dalam indonesia secara menyeluruh.

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Wera (MPW) saat menggelar aksi unjukrasa (demo) di depan Kantor Camat Desa Wora.

BIMA,KS - Namun ditengah kondisi tersebut masyarakat Desa Woro Kecamatan Wera Kabupaten Bima masih saja terkesan dianak tirikan oleh Pemerintah Kabupaten Dompu."Mestinya demokrasi yang sekian lama berjalan harusnya mampur diimplentasikan sebagai alat Untuk membela kepentingan rakyat dengan tanpa pandang bulu," ujar Koordinator Lapangan (Korlap II) Herdiasyah, saat melakukan aksi unjukrasa dengan cara berorasi di depan kantor Camat Wera, Sabtu (23/6/2018).

Menurut Herdiansyah, sampai saat ini arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Bima mencederai nilai luhur demokrasi yang menjunjung tinggi persamaan, baik dalam sikap politik maupun pada kebijakan pembangunan diberbagai sektor yang terkesan diskriminatif dan gaya kepemimpinan yang seolah lamban dalam mengambil sikap atas reaksi rakyat yang merasa didiskriminasi atas hak pembangunan sehingga mengundang reaksi anarkis rakyat dalam merespon sebuah kebijakan pemerintah daerah yang mati rasa.

"Cita-cita Bima Ramah hanya sebuah slogan pencitraan kepemimpinan yang justru membuat gaduh keberadaan masyarakat Kabupaten Bima dengan kejadian dan dinamika rakyatnya yang semakin kacau tak terkendali," ungkapnya.

Tidak hanya itu sambung Herdiansyah, belum lagi kebijakan pembangunan berbagai sector di Kecamatan Wera lebih khususnya, menunjukan bahwa watak Pemerintah Kabupaten Bima yang setengah hati dalam mengurus rakyat Wera.

Melihat kondisi ini pihaknya selaku Mahasiswa dan Pemuda Wera (MPW) Kabupaten Bima merasa sadar sebagai generasi yang bertumpah darah di Negeri Wera ini akan menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Bima agar berhenti menjadikan Wera sebagai Kecamatan yang di anak tirikan lewat kebijakan pembangunan pemerintahnya diberbagai sektor."Lewat gerakan ini kami dengan tegas menyatakan sikap terhadap Bupati Bima dengan berbagai tuntutan kami tersebut," katanya.(KS-RUL)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *