PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Koordinator proyek pembangunan jembatan Piong CS senilai Rp.32Milyar lebih, Sapta Wibawa mengaku siap mengedepankan mutu dan kualitas proyek yang tengah dikerjakan oleh pihaknya (PT. Caturpilar Perkasatangguh). Sebab, perusahaan yang mengerjakan enam unit jembatan tersebut memiliki pengalaman yang sangat banyak dalam kaitan pembangunan jembatan, terutama pembangunan dermaga.

Sapta Wibawa

BIMA, KS.-“Insya Allah, saya bersama seluruh management PT. Caturpilar siap mengerjakan proyek jembatan sebanyak enam unit tersebut secara professional, yaitu mengedepankan mutu dan kualitas dan menyampingkan kwantitas.”katanya saat mengklarifikasi berita terkait dugaan mengkrap proyek jembatan Kawangge dan plangga di desa Sampungu Kecamatan Soromandi di rumah makan Arema Senin siang.

Sapta yang saat itu didampingi konsultan proyek, Irfan SE dengan tegas juga membantah terjadinya mangkrak proyek jembatan kawangge, jembatan plangga, dua jembatan piong dan dua buah jembatan di Kecamatan Wera. Pasalnya, proyek jembatan Rp.32Milyar itu dikerjakan secara multi yes yaitu kontraknya di bulan Agustus 2017 dan berakhir di Oktober 2018 ini.

“Proyek itu sifatnya multiyes. Kontraknya dimulai bulan bulan Agustus 2017 kemarin dan berakhir sekitar oktober 2018 ini,” bantahya.

Bagaimana dengan pekerjaan di lapangan yang menggunakan material pasir bercampur tanah, penggunaan sertu krikil yang tidak sesuai ukuran berdasarkan bestek ?. Sapta juga mengaku tidak tahu, karena dilapangan ada pelaksanan proyek yang setiap hari mengawasi pekerja saat melakukan aktivitas.

“Tidak mungkin kita menggunakan material tidak sesuai bestek. Yang jelas, kami mengerjakan proyek itu secara professional dengan sebuah harapan adalah mendapat hasil pekerjaan yang bermutu dan berkualitas tinggi,”katanya.

Irfan SE

Senada juga disampaikan pengawas konsultan, Irfan SE. katanya, kegiatan proyek di lapangan tetap dalam pengawasan ketat oleh anggota terutama oleh pihaknya juga pelaksana proyek. Hanya saja,. Tidak harus dijaga sehari-hari karena factor kejauhan antara tempat tinggal dengan lokasi proyek.

“Kita tetap mengawasi pekerjaan proyek tersebut secara maksimal,” cetusnya.(KS-Raf)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *