PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Kantor Mapolsek Bolo, Polres Bima diserang sekelompok warga, Sabtu (4/8).Hingga, mengalami kerusakan, kaca depan pecah. Pemicunya, berawal dari tewasnya Ririn (26), salah seorang Guru yang menjadi korban jambret Jum,at (3/8) kemarin.

Warga membakar ban bekas ditengah ruas jalan depan kantor Polsek

BIMA, KS.- Kapolres Bima, AKBP Bagus S. Wibowo, SIK membenarkan adanya aksi pengerusakan kantor polisi tersebut."Ya benar, warga secara spontan menyerang kantor Polsek Bolo," kata AKBP Bagus saat ditemui dilokasi kejadian.

Ia mengungkapkan, penyerangan kantor Mapolsek buntut dari aksi penjambretan yang menewaskan seorang gadis berusia 26 tahun pada Jumat (3/8) malam.Saat itu, Ririn yang menjadi korban jambret tewas terjatuh dari sepeda motor saat mengejar pelaku yang menjambretnya.

Setelah jasad korban dimakamkan Sabtu siang, pihak keluarga mendatangi kantor Polsek Bolo, sekitar pukul 14.30 wita.Warga yang berjumlah lebih dari 100 orang yang tidak terima dengan aksi pelaku, langsung membakar ban bekas ditengah ruas jalan depan kantor Polsek. Puluhan anggota Dalmas Polres Bima pun diterjunkan ke lokasi untuk memgamankan situasi.

Namun, aksi massa berujung panas, warga mulai mengamuk dan melempari kantor Polsek karena kecewa terhadap aparat kepolisian yang belum juga bergerak menangungkap pelaku jambret.
Aksi penyerangan ini, lanjut Bagus, menyebabkan kaca jendela Polsek pecah akibat lemparan batu yang berserakan didepan kantor polisi tersebut.Karena mendesak, aparat yang disiagakan untuk mengamankan kantor Polsek langsung mengeluarkan tembakan peringatan keatas dan berhasil meredamkan situasi.

"Pihak keluarga korban menuntut agar pelaku jambret segera ditangkap. Karena merasa tidak puas terhadap kami aparat kepolisian, mereka hingga akhirnya melempari kantor Polsek,"
Ia menambahkan, dihadapan warga pihaknya mengimbau agar tidak melakukan tindakan anarkis. Ia juga berjanji akan segera mengungkap pelaku jambret yang menyebabkan warga Desa Tumpu itu meninggal dunia.

"Kalau memang ingin mencari pelaku, kita akan cari, cuman enggak begini caranya. Kalau jalan diblokir, siapa yang rugi. Kita juga yang rugi, malah akan menambah masalah.Sekarang Polsek dilempar, terus apa gunanya, kita juga enggak dapat pelaku. Kita enggak boleh emosi menyelesaikan masalah. Kami komitmen untuk ungkap pelaku tersebut,"ucapnya.

Menurut Bagus, kasus penjambretan yang memakan satu korban jiwa dan satu orang luka-luka tersebut menjadi atensi khusus pihak kepolisian.

"Kasus ini menjadi atensi khusus. Tetapi, untuk mengungkap kasus itu tidak semudah kita membalik telapak tangan. Kami lakukan pendalaman dengan meminta keterangan saksi-saksi disekitar TKP,"pungkasnya.

Sekitar pukul 15.30 wita, massa yang memadati ruas jalan disekitar Polsek akhirnya membubarkan diri ke rumah masing-masing.

Sementara itu, beberapa petugas bersenjata lengkap masih disiagakan dihalaman kantor Polsek setempat untuk mengatisipasi kemungkinan yang terjadi.

Diberitakan sebelumnya, Ririn, gadis berusia 26 itu tewas terjatuh saat mengejar pelaku yang menjambretnya, Jumat (3/8/2018).

Peristiwa itu terjadi dijalan Lintas Tegal Sari, tepatnya di depan Kantor Mapolsek Bolo, sekitar pukul 20.30 wita.

Saat itu, korban berboncengan dengan adik sepupunya bernama Baim (13) menggunakan sepeda motor. Korban diduga terjatuh saat berusaha mengejar pelaku setelah mengetahui barang bawaannya dijambret.(KS-Anhar)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *