PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Anugerah Allah SWT berupa Sumber Daya Alam (SDA) untuk Daerah Kabupaten Bima. Salah satunya, kekayaan alam dalam bentuk Perariran Laut, rupanya tak hanya menarik minat kaum bermodal Dalam Negeri. Namun, juga Warga Negara Asing (WNA). Bahkan, sebagian Lahan diduga kuat sudah dikuasai WNA.

Hotel Kalimaya

BIMA, KS. - Beberapa diantaranya, yakni lahan yang berlokasi di Dusun Poja To,i Desa Poja Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Luasnya, lebih kurang Satu Hektar. Bahkan, diatas lahan milik oknum WNA asal Negara Kanada tersebut sudah dibangun Hotel tergolong mewah. Namanya, Hotel Kalimaya yang dikenal steril, jadi tidak semua Tamu dapat mengunjungi lokasi tersebut.

Tak hanya itu, lahan yang berada di sekitar pesisir Laut di Kecamatan Wera juga ditengarai sudah dibeli oleh WNA. Dugaan kepemilikan lahan oleh WNA pun terjadi di Kecamatan lain. Salah satunya, Kecamatan Parado Kabupaten Bima. Tepanya, di Dusun Woro Desa Parado Wane.

Menurut Warga setempat, beberapa lahan milik Warga Dusun setempat sudah berdiri Bangunan milik WNA dari beberapa Negara. Salah satunya, WNA asal Negara California.”Mereka bahkan sudah mendirikan Bangunan diatas lahan tersebut,” kata Warga kepada Koran Stabilitas.

Bagaimana dengan status kepemilikan lahan tersebut, menjawab pertanyaan itu Warga mengaku masih milik warga setempat. Pasalnya, WNA hanya mengontrak. Angkanya, Rp.20 Juta per 20 Tahun. Artinya, hanya dikontrak Rp.1 Juta per Tahun.”Tidak dibeli, cuma di kontrak Rp.1 Juta per Tahun,” ujar Warga.

Keberadaan WNA di Dusun Woro Kecamatan Parado rupanya sudah berlangsung lama. Populasinya, hingga saat ini semakin bertambah banyak. Begitupun, dengan jumlah bangunan yang berdiri diatas lahan berstatus kontrak tersebut.”Jumlah semakin lama kian banyak. Saking lamanya, ada beberapa orang Bule yang sudah bisa berbahasa Indonesia. ada yang dari California dan juga berasal dari Negara lain,” terangnya.

Sepertinya, keindahan laut juga tingginya Gelombang yang ada di perariran Laut menjadi salah satu alasan bagi para Bule untuk berada di sekitar pesisir pantai tersebut.”Aktivitasnya biasa saja, berselancar. Selain itu, kami tidak tahu persis. Soal hubungan dengan masyarakat setempat, sepengetahuan saya biasa saja, mereka pintar beradaptasi dan berbaur dengan warga,” pungkasnya. (KS-Anhar)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

1 comments:


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *