PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Dijaman moderen seperti sangat sulit untuk menemukan Orang yang bersifat jujur dan ikhlas. Terutama dalam hal kejadian yang tentu diluar dari pemikiran kita. Namun ditengah dinamika itu, ada kejadian yang begitu membuat hati terharu dan tak menyangka akan besarnya sikap jujur yang ditunjukan oleh salah seorang PNS di wilayah Kabupaten Bima. Bagaimana ceritanya, mari kita simak kisah berikut ini...!

Salahuddin, M. Ed

BIMA,KS.- Pengawas SMP Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Salahuddin, M. Ed, kepada wartawan ini mengaku kaget dengan masuknya uang sebesar RP 270 Juta di rekeningnya selaku nasabah Bank NTB cabang Bima."Saya kaget setelah melihat uang senilai RP 270 Juta yang ada dalam rekening saya," ujar Salahuddin, Kamis (9/8).

Salahuddin yang merupakan pentolan (alumni) Flinders University- South Australia, jur. Leadership & Management ini menceritakan, kejadian tersebut terjadi Selasa (7/8/2018) dan kejadian itu berawal ketika dirinya sebagai nasabah Bank NTB sedang men-transfer uang untuk putrinya yang kuliah di UNRAM."Saat itu, saya mentransfer untuk anak saya melalui ATM Bank NTB cabang Bima," katanya.

Setelah berhasil men-transfer uang tersebut lanjut Salahuddin, dirinya pun langsung mengecek sisal saldo di rekeningnya."Alangkah terkejutnya saya setelah melihat sisa saldo yang mencapai lebih RP 270 Juta," ungkapnya.

Diakui Salahuddin, awalnya dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Hingga akhirnya pun kata dia, dirinya pun mencova menarik kembali uang untuk membuktikan apakah saldo RP 270 Juta benar adanya atau tidak.

Awalnya nasabah tersebut tidak percaya apa yang dia lihat. Terkaget-kaget dia mencoba menarik uang lagi untuk membuktikan kalau saldo tersebut benar-benar adanya. Ternyata benar saldo berkurang sesuai dengan uang yang ditariknya. Hasilnyan pun, ternyata keberadaan uang RP 270 Juta tersebut benar adanya.

"Tapi saat itu, saya masih belum percaya. Akhirnya saya pun, memutuskan untuk membuktikan lagi dengan mentransfer sejumlah jutaan rupiah ke rekening lainnya. Dan ternyata berhasil. Saya pun berkata dalam hati, waduh, ini tidak bisa dipercaya," tuturnya.

Kejadian ini pun tambah Salahuddin, diceritakan oleh dirinya kepada anak-anaknya yang duduk di bangku kelas X.1. SMAN 1 Kota Bima. Bahkan tidak hanya itu kata Dia, dirinya pun menguji anaknya itu dengan mengungkapkan bahwa dia akan menarik beberapa juta dari uang tersebut. Sebab uang itu sudah menjadi miliknya karena sudah masuk rekeningnya.

Akan tetapi saat itu, sang anak menolak tegas dengan berkata, itu uang orang papa, kasihan orang yang punya uang tuh. Melihat sikap anaknya, dirinya merasa terharu hingga menteskan air mata karena sikap dan jiwa anaknya sama seperti dirinya jujur dan tidak mau memiliki yang bukan menjadi hak milik.

"Saat itu saya berkata kepada anak saya. Alangkah mulia hatimu nak, papa juga tidak akan mengambil uang orang itu satu sen pun," tuturnya.

Keesokan harinya pun sambung Salahuddin, tepatnya pada tanggal (8/8/2018), dirinya bersama istrinya langsung menuju ke Bank NTB cabang Bima guna melaporkan kejadian yang dialaminya. Setelah menghadap dan bertatap muka dengan Customer Service bank BPD NTB Cabang Bima, pegawai CS bertanya tentang dana yang masuk ke rekeningnya tersebut.

"Saat itu saya mengungkapkan dan menceritakan bahwa justru itulah alasan dia mendatangi Bank untuk mengetahui asal muasal dana tersebut. Kemudian pegawai CS menjelaskan bahwa ada yang menitipkan sementara dana tersebut ke rekening nasabah dengan alasan bahwa nasabah tersebut sengaja dipilih karena mengetahui betul karakter nasabah yang tidak mungkin mengambil hak orang lain," paparnya.

Tapi saat itu menurut Salahuddin, dirinya mengatakan sedikit tidak setuju dengan cara tersebut. Sebab kalau hal semacam itu seharusnya diinformasikan lebih dahulu kalau ingin menitipkan dana agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan."Usut punya usut, ternyata dana tersebut adalah titipan sementara Pemerintah Kabupaten Bima untuk membayar tunjangan sertifikasi beberapa guru dan pengawas yang tertunda pembayarannya," ungkapnya lagi.(KS-RUL)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *