PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Momentum Peringatan Hari Tani Se-Indonesia ke58 Tahun, wilayah Kabupaten Dompu di warnai aksi unjukrasa. Hal itu terbukti, Senin (24/9) puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Dompu, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (Agra) Dompu dan Barisan Opoisi (BPO) Dompu, melakukan aksi unjukrasa di kantor DPRD dan Pemda Dompu.

Puluhan pemuda dan mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD dan Pemda Dompu.

DOMPU,KS- Dalam aksi unjukrasa ini massa pendemo menyampaikan beberapa tuntutan antaralain, Meminta kepada pemerintah pusat dan daerah harus secepatnya memenuhi hak-hak dasar korban sebagaimana yang diatur dalam undang-undang nomor 24 Tahun 2007 tentang penanganan bencana. Memberikan tengang waktu kejelasan mengenai realisasi bantuan yang dijanjikan kepada korban, Mengganti semua kerugian dari kegagalan panen yang dialami oleh kaum tani akibat gempa dengan memberikan subsidi dalam bentuk bibit, pupuk dan obat-obatan sampai musim panen.

Tidak hanya itu, Pemerintah NTB dalam hal ini Gubernur NTB DR. H. Zulkiflimansyah segera menetapkan standar harga jual hasil panen pertanian agar tidak merugikan kaum tani di NTB, Menolak pertemuan IMF dan Work Bank yang akan dilaksanakan di Bali pada bulan Oktober 2018. Meminta segera menghapus pupuk non subsidi dan perbanyak pupuk bersubsidi Dompu, Turunkan harga bibit jagung dan pestisida untuk petani Dompu dan Segera naikan harga jagung dari RP 3250 menjadi RP 5000 perkilo.

Massa pendemo juga mendesak Kepala Dinas Pertanian untuk mengontrol sistem kerja PKL agar memantau langsung pertani di lahan petani. Fungsikan bulog dan Prusda untuk menetapkan harga produksi pertani."Kami juga meminta hentikan diskriminasi terhadap petani. Jalankan reforma agraria sejati bukan reforma agraria palsu. Usir PT SMS yang merampas tanah rakyat dan usir tambang Sumbawa Timur Maining di Kecamatan Hu'u Dompu," teriak Jahruddin selaku Kordum FPR Dompu di lokasi berlangsungnya unjukrasa.

Sementara itu, Kabag Humas Pemda Dompu Ardiansyah SE, dihadapan massa aksi mengatakan, pihaknya sebagai pemeritah mengapresiasi atas semangat masa aksi dalam menyuarakan berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat khususnya para petani jagung di Kabupaten Dompu."Kami sangat mengapresiasi semangat kalian dalam menyuarakan hak-hak para petani," ujar Ardiansyah, saat menemui masa aksi.

Dikatakan Ardiansyah, mengenai harga jagung, saat ini harga jagung di Kabupaten Dompu sudah mengalami kenaikan harga mencapai RP 4300 perkilo. Kenaikan ini kata Dia, adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejateraan para petani jagung."Harga jagung saat ini sudah naik (RP 4300,Red)," jelasnya.

Mengenai aspirasi dan item tutuntan lainya lanjut Ardiansyah, dirinya berjanji akan menyampaikannya secara langsung ke pimpinan alias Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin."Saya berjanji akan menyampaikan tuntutan masa aksi ke pak Bupati," janjinya.

Lebih jauh Ardiansyah menegaskan, bahwa pemerintah pemda Dompu akan tetap berkomitmen dalam mesejaterakan para petani di Kabupaten Dompu."Sampai saat ini, pemerintah juga tetap semangat dalam mengsukseskan berbagai program-program pertanian guna untuk meningkatkan kesejateraan para petani," terangnya.

Sebelumnya, masa pendemo melakukan aksi unjukrasa dengan lokasi titik star di Bundaran Pasar Dompu. Kemudian setelah itu, pendemo bergerak menuju kantor DPRD Dompu dan melalukan orasi penyampaian aspirasi dan tutuntan. Hanya saja, kehadiran masa aksi di kantor DPRD setempat tidak direspon alias tidak berhasil menemui para anggota DPRD.

Karena tidak direspon oleh DPRD Dompu, akhirnya masa aksi bergerak menuju kantor Pemda Dompu dan kembali berorasi menyampaikan aspirasi dan tuntutan. Setelah beberapa jam kemudian tepatnya usai mendengar tanggapan dari kabag humas Pemda Dompu yang saat itu menemui masa pendemo, akhirnya masa pendemo membubarkan diri dengan berjanji akan kembali melakukan aksi unjukrasa guna mempertanyakan respon pemerintah terhadap aspirasi dan tutuntan yang dituangkan dalam unjukrasa tersebut.

Kelangsungan aksi unjukrasa ini pun, mendapat pengawalan dan penjagaan secara langsung oleh aparat seperti Kepolisian, Sat Pol PP, Brimbob dan TNI.(KS-RUL)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *