PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Oleh :Anhar Donggo Kala


Jika pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009 – 2014 lalu, terdapat 3 (Tiga) Putra Donggo yang berhasil lolos menduduki Kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima. Tiga orang tersebut, yakni H.Mustahid H.Kako dari PKB, M.Guntur Partai Golkar dan Baharudin Gerindra. Sayangnya, hal itu seolah gagal dipertahankan, itu terbukti ketika di Pileg selanjutnya, 2014 – 2019, utusan justeru berkurang. Dari Tiga menjadi Dua,keduanya adalah H.Mustahid H.Kako dan Samsul. Itupun ditengah Jalan ditimpa musibah, Samsul Anggota Dewan Duta Partai Demokrat di PAW dan digantikan Sakura H.Abidin. Bagaimana dengan Pileg 2019 mendatang, mampukah Masayarakat Donggo- Soromandi mengutus Putra-Putri terbaiknya untuk menduduki Kursi DPRD Kabupaten Bima. Minimal, 4 Perwakilan?

Jumlah perwakilan sebanyak itu bukan sesuatu yang mustahil dapat diperoleh. Mengingat, kekuatan untuk Wilayah Donggo – Soromandi saja hingga mencapai Puluhan Ribu pemilih, Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ditambah lagi, Pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil), Bolo dan Madapangga menjadi Dapil 2. Sementara, Donggo, Soromandi, Sanggar dan Tambora menjadi Dapil 3 dengan jumlah Calon Legislatif (Caleg) sebanyak 90 Orang dari Partai Politik (Parpol) yang berbeda.

Harapan besar untuk mengutus minimal 4 Putra asli ke Lembaga Legislatif periode Lima Tahun mendatang, sudah menjadi tekad semua Masyarakat Donggo- Soromandi. Bahkan, hal itu jauh sebelumnya sudah digaungkan oleh salah seorang Tokoh Donggo saat kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) Paguyuban Donggo beberapa Waktu lalu. Hingga bahkan, sudah menjadi harga mati, sehingga apapun caranya harus terwujud. Namun, impian besar dalam kaitan itu seolah menuai hambatan juga tantangan. Salah satunya, menyangkut kebersamaan, komitmen, konsistensi dan persatuan Etnis Donggo – Soromandi. Soal itu, pernah diutarakan Wartawan Senior Sarwon Ama La Ka, Caleg DPR Provinsi NTB dari Partai Hanura. Bagi Politisi yang akrab disapa Om Won itu, persatuan etnis Donggo – Soromandi masih diragukan. Terutama, dalam Dunia Politik. Fakta itu dibuktikan ketika jumlah utusan yang tidak sebanding dengan jumlah DPT, jumlah pemilih besar, yang terpilih (lolos) kecil. Kondisi demikian sudah berlangsung setiap momen Pileg.

Apabila kita bercermin pada Kabupaten Dompu, tingkat kebersamaan, persatuan etnis Donggo-Soromandi di Kota Bima maupun Kabupaten Bima jauh lebih besar. Faktanya, setiap momen putra asli Donggo berhasil menduduki Kursi DPRD Kabupaten Dompu. Jumlahnya, hingga mencapai 9 Orang.

Sementara, di Kabupaten Bima dan termasuk di Kota Bima dengan kekuatan politik yang besar, hanya beberapa perwakilan saja. Kondisi demikian, bahkan jauh lebih memprihatinkan. Mungkin tidak berlebihan apabila Etnis Donggo – Soromandi perlu berkaca, belajar pada Daerah lain. Terutama, pada Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima. Ngali dengan ukuran Desa dan Jumlah Pemilih Ribuan, mampu mengutus perwakilan lebih dari Satu. Periode 2014 – 2019 saja, terdapat Dua Putra Ngali yang menduduki Kursi DPRD Kabupaten Bima.

Tetapi kondisi semacam itu adalah bagian daripada masa lalu, jadi biarkalah berlalu karena telah berlalu. Yang penting adalah saat ini, jangan sampai hal demikian terulangi. Pada pileg 2019 mendatang, mudah-mudahan Masyarakat Donggo – Soromandi mampu / berhasil mewujudkan mimpi besar dalam mengantarkan minimal 4 Putra Putri terbaiknya menduduki Kursi DPRD Kabupaten Bima. Aminnnn...(*)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *