PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) di Kabupaten Bima tahun 2018 kembali melakukan terobosan dengan melakukan pengiriman perdana 5 kontainer produk garam rakyat kualitas premium ke PT. Susanti Megah Surabaya yang berasal dari lahan di lima Desa sentra produksi.

Kegiatan panen raya garam dan launching pengiriman perdana 5 kontainer produk garam rakyat kualitas premium

BIMA,KS.- Kegiatan panen raya garam dan launching pengiriman tersebut berlangsung Selasa (16/10) kemarin dan dipusatkan di BBIP Lambu Desa Sumi Kecamatan Lambu. Kegiatan panen perdana dan launching pengiriman barang premium ini dilakukan oleh Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri dan turut dihadiri  oleh Direktur Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Dr.Ir. Abduh Nurhidayat  M.Si dan Direktur PT.Susanti Megah Toni Winarko.

Pada panen perdana yang juga dihadiri Komandan Kodim 1608/ Bima, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra, para pimpinan Organisasi Perangkat  Daerah (OPD),  Camat dan mitra kerja pemerintah daerah tersebut,  Bupati Bima dalam sambutannya mengatakan Kabupaten Bima merupakan salah satu sentra garam nasional untuk mendukung swasembada garam karena memiliki potensi lahan tambak garam yang sangat luas, namun dalam pelaksanaannya masih menerapkan sistem konvensional (tradisional)  dan masih bergantung pada tengkulak. Sejalan dengan implementasi Perpres Nomor 8 Tahun 2008 tentang kebijakan industri nasional untuk mendorong peningkatan kemampuan produksi garam nasional, swasembada ini ditujukan bagi pemenuhan kebutuhan garam dan meningkatkan daya saing produk". terang Bupati.

Dikatakan Bupati,  untuk mendukung swasembada garam tersebut,  pada tahun 2018 kebijakan program PUGAR diarahkan pada peningkatan produktivitas dan kualitas garam rakyat dengan menerapkan teknologi yang mudah diterima masyarakat melalui penerapan plastik geoisolator.

Dihadapan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD),  Camat dan para petani tambak,  Direktur Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Dr.Ir. Abduh Nurhidayat  M.Si dalam sambutannya sesaat sebelum pelepasan truk pengangkut garam mengatakan pentingnya memenuhi pasokan garam nasional.

"Sejalan dengan pertumbuhan industri, maka kebutuhan nasional juga terus mengalami peningkatan karena hampir semua industri memerlukan garam".  Terangnya.

Dijelaskan Abduh, dengan luasan lahan secara nasional yang hanya 30 ribu hektar,  rata-rata produksi garam mencapai 60-80 ton per ha serta menghasilkan sekitar 3 juta ton."Artinya, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri  masih perlu impor terutama untuk garam industri. Oleh karena itu KementerianKoordinator  kemaritiman sedang mengusahakan penambahan areal tambak di wilayah timur antara lain di NTT seluas 20 ribu ha,"  paparnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Dandim 1608/ Bima, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra, mengharapkan dengan adanya panen raya ini dapat memacu semangat dari para petani garam untuk dapat meningkatkan kualitas dari hasil produksi garamnya.

Dandim juga mengungkapkan bahwa Satgas TMMD 103 Kodim 1608/Bima bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab Bima, akan memberikan sosialisasi dan penyuluhan tentang garam serta rumput laut." Dengan adanya sosialisasi nantinya akan lebih meningkatkan produksi garam serta rumput laut diwilayah Kecamatan Lambu," harapnya.(KS-RUL)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *