PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Persoalan yang dihadapi para petani Bawang Merah mengenai melambungnya harga pupuk dan obat – obatan yang berdampak pada tingginya biaya produksi serta anjloknya harga komoditi pasca panen, tidak hanya menimbulkan keresahan yang dialami para petani, tapi juga persoalan ini pun direspon secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Bima.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE

BIMA,KS.- Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bima senantiasa memiliki keberpihakkan terhadap Petani. Bahkan menyampaikan permasalahan – permasalahan yang dihadapi petani kepada pemerintah pusat dengan mengintensifkan koordinasi melalui Kementerian terkait.

"Kehadiran Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan merupakan salah satu bentuk hasil dari koordinasi yang kami lakukan," ujar Bupati.

Bupati menyebut, komitmen untuk menjamin kelangsungan aktivitas pertanian juga diwujudkan dengan menempuh langkah – langkah sesuai kewenangan dan kemampuan daerah. Termasuk memastikan ketersediaan air, obat-obatan serta pupuk, mengendalikan distributor serta memastikan tidak adanya penimbunan stok pupuk dan obat-obatan yang sesuai dengan kebutuhan petani yang berdampak pada kelangkaan dan melonjaknya harga melalui pengawasan dan penindakan tegas atas pengecer yang membandel.

"Kami sebagai pemerintah daerah merasa prihatin terhadal apa yang dialami oleh masyarakat petani. Kami minta agar tetap bersabar serta tidak menyurutkan aktivitas pertaniannya sembari menunggu hadirnya solusi yang dapat menormalisasi harga komoditi pertanian serta kebutuhan-kebutuhan lain yang menopang," katanya.

Lebih jauh Bupati juga memerintahkan para KUPT Pertanian untuk lebih peka dalam mengidentifikasi serta menyusun pelaporan secara berjenjang terkait dengan problema masyarakat petani. Tidak hanya itu, Bupati juga mengingatkan agar lebih memaksimalkan peran dan fungsi dalam melakukan penyuluhan sehingga masyarakat petani semakin memiliki kemampuan dan keahlian bertani berikut pemanfaatan pupuk dan obat – obatan secara tepat dan efisien sehingga biaya produksi dapat ditekan dan memperoleh hasil panen yang maksimal.

"Sebelumnya kami juga mengapresiasi berbagai penyampaian aspirasi yang dilakukan masyarakat terutama elemen pemuda dan mahasiswa terkait masalah dalam dunia pertanian. Kami meyakini bahwa semua ini merupakan refleksi dari keinginan untuk lebih maju dan berdaya serta menyokong Pemerintah Daerah untuk semakin memaksimalkan ikhtiar pemajuan dan pelayanan bagi masyarakat," terangnya.(KS-RUL)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *