PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Mengenai persoalan yang dihadapi para petani Bawang Merah mengenai melambungnya harga pupuk dan obat – obatan yang berdampak pada tingginya biaya produksi serta anjloknya harga komoditi pasca panen, Anggota Komisi II, Syaiful (Fraksi partai PKS) mengatakan, dalam mengatasi anjloknya harga komoditi Bawang Merah perlu intervensi secara langsung dari pemerintah pusat.

Ilustrasi

BIMA, KS.- "Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 96 Tahun 2018 tertanggal 19 September 2018 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di tingkat Konsumen," ujarnya.

Menurut Dia, terkait dengan harapan diproduknya regulasi daerah oleh DPRD Kabupaten Bima yang di dalamnya mengcover proteksi dan stabilsasi harga produk dan kebutuhan yang menopang pertanian masyarakat secara berkesinambungan, itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.

"Sementara pada skala local pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan intervensi dan hanya dapat melakukan langkah – langkah alternative sesuai batas kewenangan yang dimiliki," jelasnya.(KS-RUL)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *