PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Insiden kebakaran Gudang Tua milik PT.Pelindo Bima beberapa Bulan lalu, tak hanya mengakibatkan kerugian bagi salah satu Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.Tetapi, juga Pengusaha Swasta.Sebab, barang milik Lima Pengusaha yang disimpan dalam Gudang tanpa Aliran Listrik tersebut ludes terbakar. Jika di Uangkan, kerugiannya hingga bahkan mencapai Rp.180 Juta.

Ilustrasi

KOTA BIMA, KS. - Hal itu terungkap ketika Lima Pemilik Barang, PT.Pelindo Bima dan Ekspedisi melakukan audiens. Dalam pertemuan yang berlangsung Jum,at (16/11) di Kantor PT.Pelindo Bima tersebut, pun dihadiri salah seorang utusan pemilik Kapal yang memuat Barang milik para pengusaha swasta dimaksud. Intinya, mereka menuntut pertanggungjawaban PT.Pelindo dalam bentuk ganti rugi. Mengingat, barang yang dilahap se jago merah (Api) dengan nilai Rp.180 Juta tersebut berada dalam Gudang Penyimpanan Pelindo.

"PT.Pelindo mesti bertanggungjawab, ganti kerugian kami. Sebab dalam insiden kebakaran itu, kami adalah pihak yang dirugikan. Barang kami senilai Rp.180 Juta yang disimpan dalam gudang tersebut ludes terbakar," tegas Umi La,a, pengusaha asal Kabupaten Dompu.

Tak hanya meminta pertanggungjawaban PT.Pelindo, tapi juga Perusahaan Ekspedisi dan termasuk Pemilik Kapal. Pasalnya, pengiriman barang dari Surabaya ke Bima itu menggunakan jasa Dua perusahaan tersebut."Kami juga minta pertanggungkawaban Dua perusahaan jasa pengiriman (ekspedisi dan kapal). Karena, pengiriman itu kami bayar.Jadi, jangan hanya mau enaknya saja, ganti kerugian kami. Kalau tidak ada yang bertanggungjawab, lalu siapa yang menanggung kerugian kami," tuturnya dengan nada kesal.

Terlebih lanjutnya, barang itu terbakar sebelum sampai ke tangan pemiliknya. Artinya, masih dalam tanggungjawab dua perusahaan jasa pengiriman serta PT.Pelindo sebagai pemilik Gudang penyimpanan paket kiriman."Sebenarnya tidak terlalu sulit, ganti rugi sebagai bentuk pertanggungjawaban. Memang tidak segampang ucapan, tapi kami sebagai pihak yang dirugikan tetap menuntut. Jika tidak dipenuhi, apapun akan kami lakukan termasuk menempuh jalur hukum. Apalagi, persoalan ini sudah Dua Bulan, upaya guna mendapat jalan keluar sudah sering kali dilakukan. Tapi, tidak juga ada kejelasan, yang ada hanya menunggu ini lah dan itulah," tandasnya.

Sementara, H.Fadil, pengusaha asal Tente Kecamatan Woha mempertanyakan aturan sebagai pedoman Perusahaan BUMN tersebut dalam menjalankan aktifitas di Wilayah Pelabuhan Bima. Termasuk, menyangkut sejauh mana dan seperti apa pula bentuk pertanggungjawaban ketika terjadi insiden semacam ini."Intinya, kami pihak yang dirugikan butuh kejelasan. Siapa,kapan dan seperti apa bentuk pertanggungjawabanya. Apalagi, PT.Pelindo berada dalam naungan BUMN," terangnya.

Menanggapi hal itu, Kepala PT. Pelindo Bima, Rahmat mengaku akan melaporkan ke pihak Regional Denpasar Bali. Alasanya, karena kewenangannya terbatas."Soal tuntutan ini, saya tidak berani mengambil keputusan. Kewenangan saya disini terbatas, keputusan ada di regional. Makanya, saya akan hadirkan pihak regional ke Bima. InsaAllah, Minggu depan mereka akan berada di Bima," janjinya.

Lain hanya dengan Pelindo, perusahaan ekspedisi justeru ngotot tidak mau bertanggungjawab. Jika PT.Pelindo tidak bertanggungjawab."Kalau PT.Pelindo tidal bertanggungjawab, saya juga tidak mau bertanggungjawab," kata pemilik perusahaan ekspedisi yang digunakan pemilik barang untuk mengirim paket barang senilai Ratusan Juta tersebut.(KS-Anhar)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *