PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Sedikit demi sedikit, kejahatan sistematis penyalahgunaan anggaran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) swasta dan Negeri di Kota Bima mulai dibuka oleh sejumlah pengelola PAUD dan PKBM yang ada di Kota Bima. Kali ini adalah pengelola PAUD Al-Awali di Kelurahan Lelamase menuturkan bahwa dalam rekening lembaganya perna masuk uang sebanyak Rp.1,6Milyar lebih di Tahun Anggaran 2018. Namun uang itu, dalam sekejap “hilang” dari rekening miliknya, tanpa dia menandatangai slip penarikan dari pihah Bank (Bank NTB).” Tutur pengelola PAUD Al-Awali, H.Arifin saat dikonfirmasi wartawan Koran Stabilitas, Kamis (1/11) malam.

Pengelola PAUD Al-Awali, H.Arifin

BIMA, KS.- Diakuinya, bahwa lembaganya dalam beberapa tahun terakhir ini mendapat dana bantuan atau dana hibah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui Dinas Dikpora, dan di tahun 2018 ini, pihaknya mendapat dana senilai Rp.18Juta, namun uang sebanyak itu tidak diterima secara utuh, melainkan langsung dipotong oleh pihak Bank untuk pembayaran Alat Permainan Edukasi (APE) sekitar 40-50 persen dari jumlah dana yang diterima.

“Setiap tahun saya menerima dana bantuan untuk lembaga saya. Dan setiap tahun juga diberlakukan seperti tahun ini untuk pembelian APE dan lainnya, yaitu dibelanja oleh pihak ketiga secara langsung, tentunya dengan alasan disetujui oleh seluruh pengelola PAUD, termasuk saya sendiri,” tuturnya.

Kembali masalah dana Rp.1,6 Milyar lebih yang masuk dalam rekening lembaganya di tahun ini. Ia mengaku dana itu merupakan dana untuk semua lembaga, hanya saja ditampung dalam rekening lembaganya. Itu pun katanya, kapan uang itu masuk dan dicairkan semua oleh pihak tertentu, tidak diketahui olehnya.

“Secara jujur saya sampaikan bahwa rekening saya hanya numpang lewat uang sebanyak Rp.1,6Milyar lebih itu. Nah, kapan uang itu dicairkan ke rekening lembaga lain, tidak saya ketahui sama sekali, karena dilakukan oleh pihak Dinas atau oknum tertentu,” ujarnya seraya enggan menyebutkan nama pihak tertentu tersebut.

Ketika disinggung, bahwa kasus dugaan penyalahgunaan BOP PAUD tersebut saat ini ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Raba Bima. Dengan tegas Arifin menyatakan sangat setuju, bila pihak penegak hukum melihat ada pelanggaran hukum tentang penyalahgunaan dana itu.

“Yang jelas, saya tidak tahu soal penggunaan uang sebanyak itu yang masuk dalam rekening lembaga saya. Karena saya hanya dikasih tahu oleh oknum pegawai dan pejabat di Dinas Dikpora hanya untuk tempat penampungan sementara uang lembaga seluruhnya. Begitu juga soal kapan uang itu dicairkan, saya tidak tahu sama sekali,” tegasnya.

Apakah bapak siap memberikan keterangan secara jujur di pihak Kejaksaan Negeri Raba bima atas semua yang diketahui mengenai dana Rp1,6Milyar lebih tersebut. Kembali Arifin menegaskan, bahwa uang yang masuk dalam rekeningnya, sama sekali tidak diketahui penggunaannya.”Saya akan bicara jujur di depan jaksa nanti. Karena sama sekali saya tidak mengetahui kemana saja uang itu digunakan oleh pihak tertentu,” tandasnya.(KS-Aaz)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *