PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Di Usia Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima yang sudah mencapai 378 Tahun, ternyata masih terdapat beberapa Desa yang belum menikmati kemerdekaan. Seperti, 5 Desa yang ada di Kecamatan Langgudu, yakni Desa Karampi, Pusu, Waduruka dan Sarae Ruma. Kondisi masyarakat pada 5 Desa tersebut teramat menyedihkan, karena selama puluhan tahun jalan belum diaspal.

Ilustrasi

STABILITAS, BIMA. - Prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat 5 Desa tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edi Mukhlis,S.Sos pun bersuara. Bahkan, akan memperjuangkan anggaran Rp.10 Miliar untuk infrastruktur jalan pada 5 Desa tersebut. “Melalui APBD II Kabupaten Bima, Saya akan mengusulkan Rp.10 M untuk infrastruktur jalan Langgudu. Hal itu akan saya perjuangkan hingga berhasil, apa dan bagaimanapun caranya,” tegas Edi Mukhlis kepada Wartawan Koran Stabilitas Senin (29/10) di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Bima.

Hal itu dilakukan, menyusul kondisi Jalan yang sangat memprihatinkan pada Lima Desa. Sebut saja, Desa Karampi, Pusu, Waduruka dan Sarae Ruma. Bahkan, bisa disebut sebagai Desa yang terisolir atau tertinggal dibanding dengan Desa lain.”Ini desa-desa yang belum merdeka, untuk ke kota saja masih menggunakan jalur laut. Karena itu, pemerintah mesti mengalokasikan Rp.10 M untuk jalan di lima Desa tersebut. Terlebih, masalah ini sudah lama saya sampaikan, sejak awal saya dilantik menjadi anggota dewan,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian pemerintah dalam mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur jalan di lima desa tersebut teramat penting dan harus dilakukan. Sehingga, niat baik pemerintah dalam mengsejahterakan masyarakat dapat terwujud.”Hal itu harus diselesaikan, jadi pemerintah harus memiliki kemauan untuk mengalokasikan anggaran guna infrastruktur jalan di desa dimaksud. Saya selaku perwakilan kecamatan langgudu akan menyampaikan hal itu lewat konsultasi RKPD. Angkanya, minimal Rp.10 M sesuai volume jalan pada Lima Desa tersebut, “ tuturnya.

Namun politisi asal Desa Laju tersebut tidak menampik, jika kepedulian pemerintah daerah cukup luar biasa. Tahun sebelumnya, sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan beberapa Jembatan. Seperti, Jembatan skala besar di Desa Pusu dan Dua Jembatan di Desa Karampi.”Perhatian pemda memang ada, itu tidak saya pungkiri. Cuma memang, kondisi jalan di Lima Desa tersebut harus segera diperbaiki. Terlebih, kondisi demikian sudah berlangsung selama Puluhan Tahun. Sampai saat ini, masyarakat masih menggunakan jalur laut, karena kalau lewat darat menghabiskan waktu yang lama serta biaya operasional besar. Karena itu, pemerintah mesti menuntaskan persoalan tersebut. Sehingga, masyarakat di sana dapat merdeka seperti desa-desa lain,” terangnya. (KS-Anhar)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *