PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Tragedi memilukan menimpa, Samsul (28), korban yang meninggal Dunia akibat tersengat arus Listrik. Pilihanya meninggalkan Istri dan Tiga Anaknya untuk mencari Uang di Bima, buruh bangunan Marina Resort asal Pulau Jawa itu tewas Rabu (26/11) saat bekerja di Bangunan Marina Resort Kota Bima.

Samsul (28), korban yang meninggal Dunia akibat tersengat arus Listrik

KOTA BIMA, KS. – Mulyono, sahabat akrab korban kepada Wartawan Sabtu (1/12) menceritakan, saat itu korban tengah membuat lubang Cor bangunan dengan menggunakan Bor Listrik.”Karena kabel listriknya pendek, korban pun menarik kabel itu. Kemungkinan, kabel yang dipegang korban ada yang rusak atau telanjang, akhirnya korban kesengat arus listrik, kedua mata korban hangus. Sehingga, korban meninggal dunia,” ujar Mulyono.

Namun lanjutnya, korban menghembuskan nafas terakhirnya bukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Melainkan, di Puskesmas Dara Kelurahan Dara Kecamatan Rasana,e Barat Kota Bima.”Korban sempat dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapat tindakan medis. Tapi, Tuhan berkehendak lain, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir di PKM setempat,” tutur Mulyono.

Saat kejadian berlangsung, ada beberapa buru lainya, yang ada dalam ruangan Marina Resort, terus mendengarkan ada teriakan korban yang tersengat listrik di atas bangunan tersebut. Lalu kita lari melihat di tempat yang kami dengar ada suara yang minta tolong, ternyata korban yang tersengat listik teman kami Samsul,” ujar saksi mata Mulyono.

Namun, upaya demi menyelamatkan korban praktis tidak membuahkan hasil. Nyawa bapak tiga anak asal jawa tersebut melayang, setelah di mandikan jenazah samsul di bawa pulang ke tanah kelahiranya.”Jenazahnya sudah di bawa pulang untuk dikebumikan di tanah kelahiranya,” terangnya.

Di singgung soal perlengkapan yang di gunakan saat bekerja, beberapa buruh bangunan tersebut mengaku sejak awal bekerja sampai saat ini belum ada yang di sediakan oleh pemilik bangunan tersebut.”Kami kerja dengan kondisi pakaian seadanya tanpa menggunakan seragam atau peralatan lain guna keselamatan kerja,”pungkasnya.(KS/Anhar/Aris*)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *