PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Beberapa waktu lalu, sejumlah mahasiswa dan aktivis di Donggo melakukan aksi unjukrasa depan Kantor Bupati Bima di Godo, mengusir keluar H.Ibrahim selaku Direktur CV.Rahmawati untuk keluar dari wilayah garapannya Donggo dan Soromandi. Pengusiran itu memiliki banyak alasan jelas, termasuk sikap dan prilaku H.Ibrahim yang diduga memaksa pengecer pupuk di Donggo dan Soromandi untuk menjual pupuk secara paketan dengan harga Rp.170Ribu-180ribu perpaketnya, yakni berupa 1 zak urea subsidi dan 5kg pupuk NPK, atau 10KG urea nonsubsidi.

Direktur Utama CV.Rahmawati Sila, H.Ibrahim,SH

BIMA, KS.- Keringat petani terus dikuras oleh sosok H.Ibrahim Direktur CV.Rahmawati asal Desa Rato Sila. Bentuknya adalah dengan memaksa petani membeli pupuk secara paketan, memanfaatkan pengecer pupuk di lapangan yang ada di Kecamatan Donggo dan Soromandi. Kejahatan ini terus terjadi setiap tahun yang dialami oleh petani di Donggo dan soromandi, juga petani di wilayah Kecamatan lain, dimana H.Ibrahim berada. Namun sayangnya, masyarakat tidak bereaksi karena takut tidak mendapatkan pupuk, sementara kebutuhan pupuk sangat mendesak.

Menanggapi masalah itu, tokoh masyarakat di Soromandi, Muhtar meminta kepada pihak pemerintah Kabupaten Bima, agar tidak tinggal diam, dan harus diambil tindakan tegas, bila sayang pada petani. Masalahnya, petani yang dirugikan, petani yang diperas keringatnya, yakni harus membeli pupuk dengan harga tinggi.

“Bupati, wakil bupati, sekda, juga Kadis Pertanian jangan tinggal diam masalah ini. Kenapa biarkan H.Ibrahmi seenaknya menjual pupuk secara paketan,” pintanya.

Muhtar juga meminta kepada pihak pupuk Kaltim agar tidak tutup mata, tutup telinga melihat kenyataan yang dialami masyarakat saat ini, khususnya petani. Sebab, menjual paketan pupuk di masyarakat adalah kejahatan yang harus diberikan tindakan tegas.

“Kenapa semuanya diam diri melihat petani di paksa membeli pupuk paketan. Kasihan petani di Donggo dan Soromandi sekarang. Jika tidak segera diambil tindakan tegas, maka petani akan terus dirugikan dan ditindas oleh H.Ibrahim,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada CV.Rahmawati selaku distributor pupuk di donggo dan soromandi agar segera keluar dari wilayah donggo dan soromandi. Bila tidak, maka ke depan petani di donggo dan soromandi akan terus dirugikan.”H.Ibrahim diduga kuat memaksa pengecer untuk menjual pupuk secara paketan. Karena keuntungan yang paling banyak disitu adalah menjual pupuk nonsubsidi, baik berupa NPK juga urea,” tandasnya.

Sekda Kabupaten Bima Drs.H.Taufik HAK mengaku bosan mendengar nama H.Ibrahim yang dari hari ke hari selalu bermasalah.”Saya pernah marah-marah kepada H.Ibrahim agar tidak menjual pupuk paketan. Tapi memang orang itu tidak bisa dikasih tau dengan baik. Nah, terserah masysarakat mau bersikap apa atas kondisi yang dihadapinya tersebut,” tutur Sekda dengan nada kesalnya.(KS-Ibad)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *