PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Tak disangka dan tak diduga bahwa Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bima, Drs.H.Moh Mawardi,MT merupakan sosok pejabat yang diduga rakus akan kekuasaan, juga rakus dalam kaitan pengelolaan uang Kantor. Buktinya, sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Dinas setempat, Mawardi tidak memberikan kepercayaan sedikitpun kepada pejabat di masing-masing unit kerja, lebih-lebih pada bendahara, sehingga keluar masuk anggaran dinas hanya diketahui oleh ia sendiri.”kata Kabid Kearsipan Zulkifli,MH saat memberikan keterangan pers, Sabtu (116/2) pagi kemarin.

Drs.H.Moh Mawardi,MT dan Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri

BIMA, KS.- Ulah Mawardi tersebut kata Zulkifli membuat resah di Dinas saat ini, karena mengelola anggaran di setiap kegiatan oleh ia sendiri bersama seorang bendahara kepercayaannya. Sementara Kabid di masing-masing Dinas tidak diberikan kepercayaan sedikitpun.”Dia (Mawardi,red) pikir pemerintah ini milik dia sendiri, sehingga anggaran yang dicairkan oleh Setda pun ia kelola sendiri tanpa kami ketahui sedikitpun,” tutur pejabat asal Desa Bajo Kecamatan Soromandi itu dengan nada kesalnya.

Zul mengaku bahwa setiap Bidang ada anggaran untuk semua kegiatan sesuai kebutuhan masing-masing. Namun, dana itu tidak diberikan ke bidang tersebut, melainkan dikelola oleh Kadis langsung, sehingga fungsi dan tugas bidang dimonopoli oleh Kadis.

“Saya mewakili teman-teman pejabat dan pegawai di bidang lain merasa kecewa dengan ulah Kadis yang diduga rakus kekuasaan dan rakus uang,” duganya.

Ia meminta kepada Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, Wakil Bupati Bima Drs.H.Dahlan dan Sekda Kabupaten Bima Drs.H.Taufik HAK agar segera pindahkan Mawardi dari Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan. Pasalnya, selama keberadaan Mawardi, pejabat dan pegawai lainnya tidak akan fokus akan bekerja.

“Bagaimana kami bisa kerja dengan nyaman, kalau atasan kami tidak percaya dengan hasil kerja kami selama ini,” tuturnya kesal.

Pada kesempatan itu, Zul juga mengaku pernah dimarahi oleh Kadis lantaran melaksanakan kegiatan Dinas. Katanya, semua kegiatan harus dibawah tanggungjawabnya, terutama yang menyangkut pembelian bahan atau barang selama kegiatan berlangsung.

“Beli air minum termasuk foto kopy surat-surat penting selama kegiatan harus dilaporkan ke dia dulu,” ungkapnya lagi.

Bagaimana tanggapan Mawardi,MT atas tudingan Kabidnya tersebut ?. Ketika hendak dikonfirmasi oleh Wartawan Koran Stabilitas via ponselnya Sabtu sore kemarin, HP bersangkutan dalam keadaan off.(KS-Aaz)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *