PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Kota Bima,KS.-Sejumlah PKBM yang akan mendapatkan dana BOP Kesataraan ribut-ribut di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbu)d, Selasa pekan ini. Mereka menuntut agar anggaran tersebut segera dicairkan.


Ketua Forum PKBM Sukha,SE mengatakan, kedatangan mereka di Dinas Dikbud Kota Bima untuk menanyakan kapan realisasi dana BOP Kesetaraan. Padahal proposal sudah dimasukan sejak bulan Januari lalu, namun hingga kini belum ada proses.

"Proposal kami tidur di dinas, bahkan kata Kabid disimpan di rumah," ungkapnya.

Kata Ketua Forum Sukha SE, dari proposal yang telah diajukan, semua persyaratan telah lengkap, hanya tinggal proses pencairan. Lantas apa masalahnya sehingga belum bisa dicairkan.

Karena sudah lama, Kabid PNF yang saat itu ada di ruangan kantor langsung dikejar. Namun justeru melarikan diri, dan tidak berani menemui.

"Kami kejar hanya ingin tahu, apa kendala sehingga dana ini belum cair," katanya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala PKBM Syahra didampingi Kepala PKBM Terumbukarang, kehadiran di Dinas Dikbud juga ingin menanyakan sampai kapan harus menunggu pencairan dana dimaksud, karena semua bahan telah dilengkapi. Padahal mereka sudah datang berkali-kali. Sementara itu Kepala Dinas Dikbud Kota Bima H Syamsuddin yang dimintai tanggapan menjelaskan, hasil koordinasi dengan Kabid PNF masih dalam proses.

"Data siswa dari PKBM yang mendapatkan dana BOP Kesetaraan ini masih dalam proses, sehingga membutuhkan waktu. Jadi tidak ada niat untuk tidak mencairkan. Apabila persyaratan lengkap maka akan dicairkan," tegasnya.

Sebagian Kabid PNF Abdul Hafid menjelaskan, masih belum cair anggaran tersebut karena dalam proses validasi data faktual dan cek lapangan.

"Bagaiman dinas akan melanjutkan proses pencaiaran dana, sedangkan kami belum turun cek lapangan," terangnya.

Hafid menambahkan, validasi tersebut berupa data by name by adres. Artinya ingin cek langsung di lapangan, apa nama dan alamat siswa sesuai dengan data dalam proposal.

Hasil koordinasi dan komunikasi dengan Dinas Dukcapil Kota Bima, ada sejumlah nama siswa yang akan diberikan dana bantuan ini tidak sesuai dan terbaca oleh sistem. Tapi ini baru awal, sehingga akan dilakukan kroscek ulang.

"Apabila tahapan validasi ini rampung dan sesuai fakta, tentu kami akan dicairkan anggaran itu,” imbuhnya.(KS-Qi)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *