PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Bima,KS.-Peristiwa dugaan malpraktek di RSUD Bima yang berujung meninggalnya Siti Halimah (70) tahun yang didiagnosa mengidap penyakit jantung, mendapat perhatian serius dari sejumlah legislator di rumah rakyat DPRD Kabupaten Bima.

Kejadian dengan dugaan yang sama acap terjadi di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Bima tersebut, juga menuai kecaman wakil rakyat.

Rafidin dan M Aminurllah
Rafidin dan M Aminurllah

Sejumlah legislator, diantaranya M Aminurllah, Magdalena, Rafidin dan Edi Mukhlis, menimpali peritiwa dugaan malpraktek yang berakibat meregang nyawa pasien rawat inap itu, sebagai kejadian luar biasa dan memalukan yang mestinya tidak boleh terjadi di urusan pelayanan kesehatan dab menyangkut nyawa seseorang.

Pada prinsipnya sejumlah wakil rakyat itu, menyayangkan jika dugaan malpraktek tersebut, betul adanya terjadi akibat kelalain dan kesalahan tindakan medis pada seorang pasien hingga berujung maut. "Masyarakat berobat ke rumah sakit tujuan dan harapannya ya ingin sembuh dan bebas dari derita sakit, bukan justeru kecewa dan heran dengan pelayanan serta tindakan medis semisal kejadian yang didugakan keluarga pasien itu,"timpal Magdalena duta dari PKB.

Edi Mukhlis dan Magdalena
Edi Mukhlis dan Magdalena

Sejumlah legislator juga menyayangkan, sejatinya pelayanan yang menyangkut nyawa dan sehatnya seaorang, tidak dimbangi dengan keterbukaan informasi dan maskimalnya menjelaskan apa yang tengah dialami pasien. "Tidak bisa RSUD Bima menutup informasi jika keluarga pasien ingin tahu apa penyebab meninggalnya pasien atas tindakan medis yang dilakukan,"sorot Rafidin duta PAN.

Nah, yang menjadi persoalan apakah tindakan perawat atas dugaan malpraktek sebagaimana informasi yang disampaikan keluarga pasien, atas perintah dokter. Hal ini dulu yang mesti dicermati lebih dulu. "Intinya tindakan dan pelayanan yang dilakukan rumah sakit harus berdasarkan SOP. Jika tidak pelanggaran dan malpraktek yang didugakan keluarga pasien benar adanya,"tegasnya seraya mengapresiasi, keinginan keluarga pasien membawa persoalan itu le ranah hukum.

Agar tidak terjadi dugaan dan peristiwa yang sama apalagi berujung maut pada pasien yang berobat di RSUD Bima, legislator menjajikan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, akan memanggil manajemen RSUD dan pihak eksekutif. "Setelah Alat Kelengkapan Dewan (AKD) terbentuk, kamj akan memanggil sejumalh pihak terkait, "pasti M Aminurllah, Wakil Ketua sementara DPRD Kabupaten Bima. (KS-Aris)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *