PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

KABID DIKDAS DIKPORA KABUPATEN BIMA JADI TERSANGKA KORUPSI

Tak sia-sia penyidik Tipikor Polres Bima Kabupaten menangani kasus dugaan korupsi bermodus pungutan liar yang terjadi di Dinas Dikpora Kabupaten Bima yang diduga melibatkan Kabid Dikdas Hj. Jubaidah H.Syamsudin. buktinya, pertanggal 01 Maret 2019 kemarin, polisi menetapkan satu tersangka dalam kasus itu. Ia adalah Hj. Jubaidah yang merupakan istri dari Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima, H.Syamsudin yang saat ini menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima.

Ilustrasi

BIMA, KS.- Satu persatu, para oknum pejabat yang mengabdi di Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima dijebloskan dalam penjara oleh aparat penegak hukum. Kali ini adalah seorang pejabat eselon III di Lingkup Dinas Dikpora, Hj. Jubaidah, yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik tipikor.

Jubaidah diduga kuat terlibat aktif dalam kaitan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di UPT Dikpora Bolo beberapa bulan lalu. Dalam kasus itu, tersangka diduga menyuruh Kepala Sekolah (Kasek) dan UPT-UPT untuk menarik uang senilai Rp.50Ribu pada semua siswa siswa yang mengikuti Try out.

Akibat perbuatannya itu, Hj.Jubaidah pun tidak bisa mengelak, hingga polisi menetapkannya sebagai tersangka dengan melanggar Undang-Undang Korupsi.”Per tanggal 1 Maret kemarin, kita tetapkan dia sebagai tersangka atas kasus try out tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Bima Kabupaten Bima, AKP. Muhammad Fatoni,SH kepada wartawan Koran Stabilitas kemarin.

Katanya, dengan penetapan tersangka kasus Try Out tersebut, diharapkan agar mendapat efekjera bagi para pegawai dan pejabat lainnya, untuk tidak melakukan kejahatan yang merugikan rakyat, daerah dan Negara.

“Mestinya, dengan banyaknya pejabat masuk penjara akibat terlibat korupsi, maka harus berhati-hati dalam bersikap dan melaksanakan roda pemerintahan bagi semua pegawai dan pejabat di Negeri ini,” harapnya.

Fathony mengakui bahwa tersangka tidak dilakukan penahanan dengan berbagai pertimbangan. Pada intinya, bahwa tersangka tidak akan melakukan kejahatan lain, tidak menghilangkan barang bukti atau tidak melarikan diri.”Sepanjang tersangka kooperatif, bisa saja tidak ditahan,” tukasnya.

Apakah akan ada tersangka lain dalam kasus tersebut ?. Fathony mengaku belum bisa berkomentar terlalu jauh soal itu.”Kita lihat perkembangan ke depannya saja,” tandasnya.(KS-Aaz)

PAN Targetkan Dua Kursi di Dapil III

Menjelang Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) yang akan dihelat tanggal 17 April 2019 mendatang menjadi tantangan bagi seluruh caleg di seluruh Dapil. Tak ketinggalan bagi enam caleg PAN yang ada di Dapil III yang meliputi Kecamatan Donggo, Soromandi, Sanggar dan Tambora. Bahkan PAN menargetkan dua kursi untuk wilayah Dapil tersebut. Mampukah PAN meraih dua kursi ?


SOROMANDI, KS.- Salah seorang Caleg PAN nomor urut Enam di Dapil III, Rafidin S,Sos meyakini bahwa di Dapil III PAN berpeluang mendapat dua kursi. Indikatornya jelas, dimana-mana seluruh caleg PAN dari enam orang memiliki kekuatan dukungan secara rill diatas seribu lebih suara, kecuali satu caleg gender yang berdomisili di Desa Mpili.

Rafidin S,Sos

“Saya sendiri menargetkan suara sampai tiga ribuan di Dapil III. Ditambah para caleg PAN lain, sehingga PAN dapat dipastikan bisa meraih suara terbanyak dari seluruh partai lain di Dapil III. PAN juga memiliki peluang besar bisa mendapat dua kursi dewan,” ujarnya optimis.

Hitungan politik PAN itu jelas, sehingga merasa yakin bisa meraih dua kursi. Yaitu, di Soromandi terdapat tujuh desa, dan empat desa bisa dimenangkan oleh PAN. Antara lain, Desa Sampungu, Desa Sai, Desa Kananta, Desa Wadukopa bahkan Desa Bajo berpeluang besar PAN untuk menang,” jelas Rafidin seraya mengatakan bahwa kader PAN yang tampil di Pileg sekarang adalah kader-kader terbaik dan berpengaruh di semua desa di Dapil III.

Di Kecamatan Donggo sendiri, PAN bisa meraih kemenangan di beberapa desa yaitu Desa Kala, Desa Doridungga, juga sejumlah Desa lain. Karena kader PAN yang tampil di Donggo seperti Ifrid dan Abdan adalah kader yang memiliki elektabilitas tinggi, sehingga bisa menambah suara PAN yang sangat signifikan.

“Yang jelas, PAN harus meraih dua kursi di Dapil III,” tegasnya lagi.

Nurmi

Seraya juga disampaikan Nurmi, yang merupakan caleg gender PAN asal Desa Sai. Mantan Kades Sai ini meraya yakin dan percaya bahwa PAN akan menang di Desa Sai.”Harapan besar saya dan seluruh caleg PAN adalah PAN harus mendapat dua kursi di dapil tiga. Peluang besar itu terbuka untuk PAN sekarang,” cetusnya.

Karena itu, Nurmi berharap kepada seluruh warga Soromandi dan Donggo, Sanggar dan Tambora agar memilih caleg PAN, karena PAN tetap berada ditengah kehidupan rakyat, baik suka maupun duka.

“Insya allah, PAN akan tetap mendapat dua kursi di Dapil III,” tandasnya.(KS-Aaz)

Polisi Bekuk Penjudi Kupon Putih

Modus perjudian model lama kini muncul lagi. Para pelakunya kini diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Seperti apa kronologis penangkapan pelaku perjudian ini, berikut informasinya.

Para pelaku perjudian kupon putih beserta barang bukti.

BIMA,KS.- Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Woha Mapolres Bima, membekuk sejumlah tersangka modus kriminal perjudian kupon putih di wilayah hukum setempat.

Kabag Humas Polres Bima, Iptu Hanafi, Rabu (06/03), menjelaskan, kronoligis perisitwa penangkapan para penjudi kupon putih, berawal dari informasi masyarakat yang disikapi langsung oleh jajaran Mapolsek Woha.

Iptu Hanafi mencertikan, penangkapan para pelaku judi kupon putih di Dusun Laheko Desa Risa Kecamatan Woha berjumlah empat orang. Diantaranya, A (65) pekerjaan petani beralamatkan di RT 04/RW 02 Dusun laheko Desa Risa Kecematan woha Kabupaten Bima. Kemudian MS (34) dengan pekerjaan dan alamat yang sama dengan tersangka diatas.

Tidak itu saja, pihaknya juga mengamankan, J (39) pekerjaan petani, berlamatkan di RT 05/RW 01 Dusun yang sama dengan dua tersangka sebelumnya. Selain itu juga membekuk Y (27) Dusun Dorolopi pada desa yang sama.

Adapun Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan, jelas Hanafi, berupa uang tunai sebesar Rp 638 ribu yang terdiri dari 9 lembar pecahan Rp 50 ribu, 6 lembar pecahan Rp 20 ribu, 5 lembar pecahan 10 ribu, 2 lembar pecahan Rp 5 ribu dan 4 lembar pecahan 2 ribu.

Selain BB tersebut, lanjut Kabag Humas Polres Bima, polisi juga menyita sejumlah BB lain diantaranya, satu buah handphon merk xiomi warna hitam, satu buah handpon merek Lenovo warna hitam, satu buah spidol warna hitam, satu buah dompet hitam, selembar kertas paiton sebagai petunjuk nomor togel yang akan dipasang. Menyita pula BB, dua lembar kertas rekapan ukuran kecil dan kertas ukuran panjang sebanyak tujuh lembar,satu buah buku untuk mencatat nomor togel, satu buah buku catatan rumus togel, satu buah map warna hijau.

Sejumlah pelaku dan BB tersebut, sambung Hanafi, telah diamankan dan akan dfitindaklanjuti porses penyidikannya.

Kabag Humas Polres Bima, juga menyampaikan pernyataan Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo SIk, yang mengatensi dan mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan informasi kepada aparat Kepolisian sehingga para pelaku berhasil di tangkap bersama BB tersebut.

Kapolres sebagaimana disampaikan Kabag Humas, tetap berkomitmen untuk memberantas penyakit sosial masyarakat dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama dengan aparat kepolisian memberantas penyakit sosial masyarakat termasuk perjudian.(KS Qi)

Kendarai Gerindra, Rifaid, Pensiunan AU Bertekad Bawa Perubahan Untuk NTB

Tekad besar Letnan Kolonel H.Rifaid untuk mengabdi di Tanah Kelahirannya, yakni Bima dengan terjun dalam Dunia Politik, secara bertahap bakal terwujud. Kegagalan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bima periode sebelumnya, sepertinya tidak membuat sosok itu berhenti untuk ikut dalam kompetisi Politik. Justeru, menjadi tantangan sekaligus motivasi. Hasilnya, Rifaid resmi menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi NTB dengan mengendarai Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

KOLONEL PUR RIFAID ISMAIL, SH
KOLONEL PUR RIFAID ISMAIL, SH

KOTA BIMA, KS. - Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 ini, Pensiunan Angkatan Udara (AU) tersebut mengendarai Gerindra Nomor....Motivasinya, membawa perubahan untuk NTB menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

”Ini merupakan langkah awal saya demi mewujudkan tekad saya untuk NTB. Lebih-lebih Dou Labo Dana Mbojo, tanah kelahiran saya. Jika Allah SWT menghendaki saya lolos hingga berhasil menduduki Kursi DPRD NTB, saya akan memberikan yang terbaik untuk NTB. Hal itu sudah menjadi komitmen, bahkan sudah saya niatkan dalam hati,” kata Rifaid di RM Arema Santi Kota Bima.

Menurutnya, kondisi dibeberapa Daerah se NTB teramat memprihatinkan, hal itu hampir merata pada berbagai sektor. Termasuk, sektor pembangunan dan infrstruktur. Berdasarkan hasil blusukan disejumlah Desa/Kelurahan, ditemukan ada beberapa persoalan yang sangat memprihatinkan. Seperti, Kepemudaan dan Olahraga serta kondisi tempat Ibadah bagi Umat Muslim, mulai dari Langgar, Mushollah hingga Masjid.

”Sesungguhnya, saya sedih melihat kondisi di beberapa daerah di NTB. Diluar terlihat bagus, tapi isi dalamnya sangat memprihatinkan. Fakta itu terlihat jelas pada kondisi pembangunan dibeberapa Tempat Ibadah bagi umat Islam," ujarnya.

Baginya, untuk bisa menjangkau soal nasib orang banyak itu, salah satu caranya yakni masuk politik dan merebut kekuasaan agar bisa mengambil kebijakan.

“Saya dan kita harus bisa memastikan anggaran APBN itu harus sampai ke rakyat. Kita berjuang (lewat kebijakan) dan kita kawal agar anggaran tidak dikorupsi,” lanjutnya.

Ia merasa terpanggil dengan “virus perubahan” yang digaungkan gerindra. Katanya, banyak hal yang ingin ia perbuat sebagai wakil rakyat nantinya.

"Sebenarnya banyak angan-angan saya yang ingin diperjuangkan di DPR, seperti pembangunan infrastruktur jalan, kesehatan dan pendidikan menyeluruh oleh pemerintah pusat sampai ke kampung-kampung, dan infrastruktur ekonomi, sehingga masyarakat terutama masyarakat NTB dapat segera keluar dari ketertinggalan dan kemiskinan,” terangnya. (KS-Anhar)

Doktor H.Ghajali Bakal Calon Bupati Bima 2020

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Doktor H.Ghajali Amalonara yang merupakan seorang wartawan senior di Jakarta. Dosen sebuah kampus terkenal (Mercu Buana) di bidang perpolitikan di Jakarta itu menyatakan siap maju sebagai bakal Calon Bupati Bima di Tahun 2020 akan datang. Akankah H.Ghajali mendapat dukungan penuh dari warga Donggo dan Soromandi serta warga Kecamatan Wawo, keluarga besar istrinya ?.

Doktor H.Ghajali Amalonara

BIMA, KS.- Di Pilkada 2020 mendatang, akan banyak figur-figur terbaik di Kabupaten dan Kota Bima yang hendak tampil sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima, salah satunya H.Ghajali, terutama Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Muhammad Aminurlah,SE, H.Mori Hanafi, juga sederet nama lainnya.

Politisi sejati asal Desa Sampungu Kecamatan Soromandi Husen Haq,SH yang saat ini menduduki jabatan Sekwil PAN DKI Jakarta menyampaikan bahwa doktor H.Ghajali tidak hanya layak untuk menjadi Calon Bupati Bima, tapi juga layak untuk maju di Pilgub ke depan. Pasalnya, selain sosok warga Negara yang memiliki pengalaman di dunia politik dan pemerintahan, H.Ghajali juga dicintai oleh warga Bima, terutama warga Kecamatan Donggo dan Soromandi termasuk warga Wawo, yang merupakan keluarga besar istrinya.

“H.Ghajali itu memiliki kapabilitas serta integritas tinggi. Kami warga Bima khususnya Dongo dan Soromandi serta warga Dompu di Jakarta, hampir semua mengenal dekat sosok H.Ghajali Amalanora. Nah, ketika nantinya di Tahun 2020 beliau maju sebagai calon Bupati, maka kami semua akan siap turun memberikan dukungan penuh beliau,” ujar tokoh Muhammadiah di Wilayah Jakarta Barat itu.

Senada juga disampaikan Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Profesional Indonesia (Perwapi), Fathullah Syamsudin. Putra kelahiran Desa Kala itu berharap seluruh warga donggo dan Soromandi agar memberikan dukungan penuh terhadap H.Ghajali, bila nantinya maju sebagai Calon Bupati Bima.”Saatnya warga Donggo dan soromandi bersatu mengantarkan putra terbaik untuk menjadi salah satu pemimpin di Daerah Kabupaten Bima,” harapnya.

Ia juga meminta kepada warga Donggo Soromandi agar tidak berpecah belah dalam kaitan menentukan hak politik seperti biasanya selama ini, sehingga menjadi kesempatan warga luar Donggo Soromandi untuk memanfaatkan kesempatan pecah belahnya tersebut.”Saya yakin bila warga donggo dan soromandi bersatu, bima akan bergoncang, karena di Donggo dan Soromandi terdapat 27Ribu pemilih, belum lagi yang berdomisili di Dompu dan lainnya,” urainya.

Bagaimana dengan sosok Drs.H.Mustahid H.Kako,MM yang merupakan Ketua DPC PKB Kabupaten Bima, yang juga berencana akan tampil menjadi orang kedua di Pilkada 2020 mendatang ?. Dimata Fathullah juga H.Mustahid sosok yang cerdas juga merakyat. “Ya, bagi saya kita lihat perkembangan tahun 2020 mendatang. Mana diantara dua figur terbaik Donggo tersebut mampu lolos. Apakah H.Ghajali atau H.Mustahid, yang penting warga Donggo dan Soromandi bersatu,” harapnya lagi.

Sementara H. Ghajali sendiri mengaku siapa maju di pilkada 2020.."Insya Allah siap maju karena banyak warga bima yg mendukung saya, "ujarnya singkat. (KS-Aaz)

Masyarakat Kebingungan Soal Surat Suara, KPU Diminta Tingkatkan Sosialisasi

Disisa waktu yang relative singkat menjelang pelaksanaan Pesta Demokrasi, mulai dari Pemilihan Legislatif (Pileg), Anggota DPD, hingga Pemilihan Presiden (Pilpres). Rupanya, masih ada Masyarakat yang kebingungan soal Surat Suara. Terutama untuk Pileg, selain karena banyaknya jumlah Partai Politik (Parpol), juga jumlah Calon Legislatif (Caleg).

Drs, H. Mustahid, H. Kako, MM

BIMA, KS. - Menyikapi hal itu,Drs.H.Mustahid, H.Kako,MM, Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) III Donggo, Soromandi, Sanggar dan Tambora meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima untuk bersikap. Salah satunya, dengan cara meningkatkan sosialisasi.”Saya minta dengan tegas agar KPU sebagai Lembaga Penyelenggara Pemilu untuk lebih maksimal melakukan sosialisasi. Terlebih, menyangkut Surat Suara yang akan dicoblos 17 April 2019 mendatang. Masalahnya, masih banyak masyarakat yang bingung, terutama kalangan pemilih awam,” pinta H.Mustahid.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bima itu mengaku, hal itu dikeluhkan masyarakat saat kegiatan reses dibeberapa Desa. Baik di Kecamatan Donggo maupun Soromandi belum lama ini. Bahkan, masyarakat meminta dirinya untuk menjelaskan terkait surat suara tersebut.”Saat reses berlangsung, saya meluangkan waktu guna menjelaskan soal surat suara dimaksud. Meski sesungguhnya, itu bukan tugas caleg, melainkan lembaga penyelenggara pemilu, yakni KPU,” katanya.

Menurutnya, sosialisasi sangat penting dan mesti secepatnya dilakukan. Sehingga, masyarakat tidak lagi kebingungan saat momen pencoblosan berlangsung. Jika tidak, dikhawatirkan akan banyak masyarakat yang lebih memilih golput atau tidak mecoblos.”Selain itu, saya juga khawatir masyarakat bakal asal coblos. Mengingat, jumlah partai berikut caleg yang banyak,” terang Politisi asal Donggo tersebut.

Pada momen reses Anggota DPRD Dua periode itu pun terdapat aspirasi lain. Antara lain, menyangkut pembangunan infrastruktur dan non infrastruktur. Tak cuman itu, masyarakat juga meminta peralatan Tenun tradisional. Tujuanya, lebih pada pengembalian jati diri Donggo yang dikenal dengan Tembe Me,e (Sarung Hitam).”Rata-rata masyarakat masih sangat merindukan pembangunan. Alhamdulillah, hal itu dapat terwujud, walau secara bertahap. Semua itu merupakan hasil perjuangan dan do,a semua pihak. Mulai dari kalangan aktivis, pegiat LSM, Wartawan dan seluruh masyarakat. Ditambah lagi, kerjasama yang baik antara Eksekutif dengan Legislatif,” pungkasnya. (KS-Anhar)

Demi 4 Kursi DPRD, Rafidin Ajak Masyarakat Donggo — Soromandi Bersatu

Jumlah Masyarakat Kecamatan Donggo dan Soromandi yang terakomodir sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT), tergolong besar. Totalnya, hingga mencapai 20 Ribu lebih. Jadi tidak berlebihan, apabila banyak yang mengharapkan setidaknya mengutus minimal Empat (4) Putra terbaik untuk menduduki Kursi DPRD Kabupaten Bima. Namun, untuk mewujudkan mimpi besar dalam kaitan itu bukanlah pekerjaan mudah dan tidak semudah seperti yang dibayangkan, dibutuhkan kerja keras, usaha dan perjuangan serta do,a semua pihak yang ada. Karena itu, Rafidin, S.Sos, mengajak semua masyarakat Donggo juga Soromandi untuk bersatu, demi mencapai satu tujuan bersama yakni mengantarkan 4 Putra terbaik asli Donggo menuju Kursi Parlemen periode 2019 — 2024 mendatang.

Rafidin, S.Sos

BIMA, KS. — Menurut Calon Legislatif (Caleg) PAN Nomor.6 itu, bukan sesuatu yang mustahil jika pada momen Pemilihan Legislatif (Pileg) kali ini terdapat 4 Putra asli Donggo dan Soromandi yang lolos dan menduduki kursi DPRD periode lima tahun berikutnya. Keyakinan itu tentu ada dasar atau alasanya, selain karena banyaknya jumlah pemilih juga pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil).

”Kalau dilihat dari jumlah pemilih dan pemekaran dapil, bukan 4 putra perwakilan. Tapi lebih dari itu, untuk Donggo — Soromandi saja jumlah pemilihnya mencapai 20 ribu lebih. Peluang untuk mengantarkan 4 putra terbaik semakin besar, manakala terjadi pemekaran dapil. Saat satu dapil dengan Bolo — Madapangga saja, lebih dari satu perwakilan. Bahkan, tiga orang, apalagi saat ini. Tapi, itu semua tidak terlepas dari kehendak Allah SWT, yang terpenting kita sudah berusaha, Selanjutnya, kita serahkan pada sang maha kuasa,” kata Rafidin.

Bagi Caleg dari kalangan Wartawan itu, kerjasama dan persatuan seluruh masyarakat baik yang ada di Donggo maupun Soromandi sangatlah penting. Terlebih, pada momen pileg kali ini. Artinya, peluang besar untuk mengantarkan minimal 4 perwakilan ke kursi legislative mesti dimanfaatkan dengan baik. Caranya, satukan langkah, satukah komitmen, dan menjalin kerjasama yang baik.

”Intinya, mari kita bersatu, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Saya kira, inilah saatnya putra dan putri terbaik donggo soromandi menduduki kursi dewan. Minimal, empat perwakilan. Saya sadar, setiap calon memiliki kepentingan dan ambisi untuk menang. Asalkan, jangan sampai menimbulkan perpecahan dan jangan saling menyudutkan antara satu dengan lainya. Jika tidak, jangan heran kursi itu menjadi milik caleg diluar Donggo — Soromandi. Tapi mudah-mudahan, itu hanya sekedar kekhawatiran, sehingga impian mengantarkan empat perwakilan dapat terwujud,” harapnya. (KS-Anhar)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *