PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Baru berapa bulan menjadi Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Pertanian (KUPTP) di Kecamatan Lambu, Ridwan mulai berulah. Parahnya, para petani bawang yang seharusnya diangkat terajatnya oleh Ridwan, sebaliknya “Diperas” dengan cara menarik uang masing-masing Rp.5Juta untuk empat kelompok di Kecamatan itu. Ulah oknum KUPT tersebut, tentu mencoreng nama baik Pemerintah Daerah, yang saat ini tengah menggenjot pendapatan para petani dari hasil bawang, sementara Ridwan memanfaatkan pembagian bibit bawang petani untuk memenuhi kepentingan pribadinya.

Bima, KS.- “Saya telah mendapatkan laporan langsun dari empat Ketua Kelompok petani bawang di Kecamatan Lambu. Mereka mengaku telah dimintai uang masing-masing Rp.5Juta oleh pak Ridwan, yang tidak lain Kepala UPT Pertanian Lambu. Saya minta kepada yang bersangkutan agar segera mengembalikan uang kelompok tani tersebut, jika tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib, atau akan menerima konsekwensi lainnya,”kata Ahmad, salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Bima ini, saat memberikan keterangan Pers kepada sejumlah Wartawan di ruang kerja Sekwan, Selasa (25/10) pagi.

Penarikan uang itu kata Ahmad, menandakan bahwa proyek pengadaan bibit bawang dan lainnya di Dinas Pertanian, ternyata dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pihak tertentu, terutama para pejabat di Dinas Pertanian Kabupaten Bima. Terbukti, dengan berani KUPT Pertanian Lambu saat ini menarik uang Rp.5juta per kelompok, hanya dengan menjanjikan kelompok tersebut akan mendapatkan bibit bawang sekitar 5 Ton.”Saya sangat sesalkan ulah Ridwan tersebut. saya juga sudah lapor ke Kadis Pertanian dan para pejabat lain di Dispertapa, tapi tidak juga ada sikap tegas. Paling tidak, uang kelompok itu dikembalikan secara baik-baik, karena bibit bawang yang diberikan oleh pemerintah itu gratis, tanpa menarik uang sesenpun,”terangnya.

Informasi yang sama juga didapat oleh wakil rakyat dua periode tersebut di beberapa Kecamatan lain, yaitu menarik uang dari kelompok sebelum bibit bawang diberikan. Bila itu terjadi, maka jangan harap kesejahteraan petani bawang bisa tercapai sebagaimana yang diharapkan.”Kasihan petani kita sekarang. Tak hanya bawang dihargai murah oleh para cukong dan pedagang bawang, untuk mendapatkan bibit bawang saja harus mengeluarkan uang Rp.5Juta ke pejabat Pemerintah Daerah,”tuturnya kesal.

KUPT Pertanian Lambu, Ridwan yang hendak dikonfirmasi belum berhasil diwawancara, namun Sekretaris Pertanian H.Sumarno yang ditanya soal itu penarikan uang Rp.5Juta itu, mengaku tidak dan belum mendapatkan laporan dari masyarakat, termasuk pihak yang dirugikan.”Kalau itu benar, nanti saya tanya kepada yang bersangkutan dulu. Soalnya, sampai sekarang saya belum dapat laporan soal itu,”pungkasnya.(KS-IB02)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *