PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Gerbong mutasi dan rotasi eselon IV untuk belasan Kepala UPTD Kecamatan dan ratusan Kepala Sekolah dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Bima HJ.Indah Damayanti Putri dan Drs,H.Dahlan HM.Noer pada hari Rabu Tanggal (05/04). Sayangnya, kebijakan mutasi dan rotasi serta promosi jabatan itu, menuai banyak protes dari warga dan bahkan dari Tim Sukses (Timses) Dinda Dahlan, hingga penyegelan sekolah oleh warga karena di duga sarat kepentingan.


WOHA, KS.- Salah seorang warga Talabiu, Aris Gunawan mengungkapkan, penempatan kepala sekolah baru atas nama Ikhwan Spd, Mpd. di SDN Talabiu yang di lakukan oleh Bupati Bima Hj.Indah Damayanti Putri tidak sesuai dengan aspirasi warga Talabiu. Masalahnya, warga Talabiu menginginkan putra Talabiu untuk menduduki kepala Sekolah yang ada di SDN Talabiu.

“Ini malah sebaliknya mengangkat kepala Sekolah yang bukan dari putra Talabiu. Kami menolak keras hadirnya orang diluar warga Talabiu untuk memimpin sekolah ini,” tegasnya.

Aris mengaku bahwa Desa Talabiu merupakan mayoritas pendukung Dinda-Dahlan, yang telah mengantarkan Umi Dinda menjadi orang Nomor Satu di Kabupaten Bima. Karena itu, diminta kepada Bupati untuk mengevaluasi kembali kebijakannya dengan membawa Ikhwan S.Pd, M.Pd menjadi Kasek di SDN Talabiu.”Kami tetap melakukan penyegelan sekolah sampai ada kepastian dari Bupati dan Wakil Bupati Bima untuk membatalkan SK pelantikan kasek kemarin,” tegasnya lagi.

Aris juga menjelaskan, bahwa aksi penyegelan sekolah juga di dukung oleh Pemerintah Desa dalam hal ini kepala Desa Talabiu M.Jafar (Obama) dan sejumlah perangkat Desa Talabiu bersama tokoh masyarakat yang menginginkan bahwa Sekolah SDN Talabiu yang menjadi kepala Sekolah harga mati harus putra Talabiu.” katanya di Koran Stabilitas saat di konfirmasi di sekolah setempat.

Begitu juga yang terjadi di sekolah yang ada di Desa Keli, yakni di SDN Keli dan Inpres SDN Keli dua. Sekolah tersebut di segel oleh warga setempat yang juga merupakan Kordes Tim pemenangan Dinda-Dahlan Desa Keli. Tidak terima dengan keberadaan kepala Sekolah atas nama Fad,ah Spd untuk menduduki Sekolah di SDN Keli karena bukan putra Keli. Apalagi katanya orang yang di lantik adalah orang yang tidak mendukung Dinda-Dahlan pada waktu pemilihan.” jelas Suhi yang merupakan Kordes Tim Dinda-Dahlan Desa Keli.

Suhi menjelaskan, mutasi yang di lakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Bima diduga sarat kepentingan, kalaupun alasannya kepala sekolah yang dulu tidak mendukung waktu pilkada sehingga di lakukan Mutasi kenapa yang menggantikannya adalah orang yang bersebrangan juga.” tanya Heran.

Ia mengharapkan kepada Bupati Hj.Indah Damayanti Putri dan Wakil Bupati Bima Drs.H.Dahlan HM.Noer untuk dapat mempertimbangkan tuntutan warga Keli agar dua SDN yang ada di Keli ditempati kepala Sekolah yang merupakan Putra Keli.”Kalau seperti ini kondisi yang diciptakan oleh pemerintah Kabupaten Bima, lebih baik mengembalikan kepala Sekolah yang dulu (H.Syafruddin, Spd) yang merupakan Putra Keli, dari pada menempatkan orang lain, apalagi itu orang yang telah bersebrangan,” pintanya. (KS.Z05)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *