PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Sosok Abdul Rauf H.Ibrahim,SE alias Dae Ru dikenal dekat oleh keluarga besar di Pandopo, bahkan hampir setiap saat keluar masuk di Pandopo. Apalagi, saat pilkada 2015 lalu, warga Desa Tonda yang berambut putih (uban) ini sempat menciptakan instabilitas di Desa Tonda, terkait pengusiran mantan Bupati Bima, Drs.H.Syafrudin HM Nur, M.Pd dari dalam masjid, lantaran mencurigai membahas soal politik dalam rumah ibadah.


BIMA, KS.- Nama Dae Ru (mantan kades Tonda) itu muncul ketika pemeriksaan dua saksi kunci yang mendapat kunci jawaban tersebut dari tangan Dae Ru. Alhasil, keterangan yang diberikan kedua saksi mengarah kepada bersangkutan (Dae Ru) sebagai pelaku yang telah membocorkan kunci jawaban, sehingga merugikan ratusan peserta tes lain yang tidak berhasil lolos dalam seleksi kaur, kadus dan sekdes se-Kabupaten Bima tersebut.

Salah seorang saksi berinisial B mengaku mendapat kunci jawaban itu dari Dae Ru, termasuk dari M.Sd alias Ddt yang merupakan saudara kandung dari Kepala BPMDES. Saat mengambil kunci jawaban itu diakui oleh B datang bersama temannya berinisial H.Rl. “Saya bersama H.Rl sudah diperiksa oleh penyidik Tipidter Polres Bima Kota mengaku bahwa kunci jawaban itu diperoleh dari Dae Ru dan Ddt,” ungkapnya.

Kasus tersebut kata B dipastikan bakal berakhir di meja hukum. Pasalnya, pelaku kejahatan yang melakukan pembocoran kunci jawaban telah terungkap atas keterangan dirinya juga temannya H.Rl.”Semoga saja polisi cepat menetapkan tersangka dalam kasus itu,” harapnya seraya mengaku kecewa atas sikap pemerintah yang telah membocorkan kunci jawaban tersebut.

Apa tanggapan polisi dalam kaitan keterangan dua orang saksi yang mengarah pada calon tersangka ?. Baik Kapolres maupun Kasat Reskrim AKP Afrizal yang hendak dikonfirmasi belum berhasil ditemui, karena tengah berada di Mataram atas panggilan Polda NTB. Namun salah seorang penyidik membenarkan adanya keterangan dua saksi yang mengarah pada seorang pelaku.

“Kasus ini tengah diselidiki, dan Kapolda NTB menjadikan kasus ini sebagai atensi khusus saat ini, karena merugikan orang banyak. Rencananya, Minggu ini akan dipanggil salah seorang warga Desa Tonda tersebut, sebagai saksi lebih dulu. Semoga saja, secepatnya ada titik terang penanganan kasus ini,” kata seorang penyidik seraya meminta tidak mempublikasikan identitasnya itu.(KS-R01)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *