PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

“Kota Bima telah bangkit ketika almarhum Drs.HM Nur Alatif menjadi Walikota Bima. Artinya, pondasi pembangunan Kota Bima telah diletak sejak jaman almarhum Nur Latif, sementara saya dan Walikota Bima, HM Qurais H.Abidin hanya melanjutkan rencana pembangunan yang ada dan telah dicanangkan sejak itu,”kata Calon Walikota Bima, H.Arahman H.Abidin,SE ketika menyampaikan orasi politik saat silaturahmi dan pengukuhan tim sukses pasangan MANUFER di Rabadompu Timur, Selasa (13/3) sore kemarin.

Pengukuhan tim sukses pasangan MANUFER di Rabadompu Timur, Selasa (13/3) sore kemarin.

BIMA, KS.- Slogon Kota Bima Bangkit, Kota Bima butuh perubahan pemimpin dari salah satu pasangan calon, mendapat tepisan dari calon Walikota Bima, H Arahman H.Abidin,SE. Saat bersilaturahmi sekaligus pengukuhan ratusan tim sukses (Timses) di Rabadompu Timur, Selasa kemarin, secara tegas H.Arahman mengatakan bahwa Kota Bima saat ini telah maju secara pesar, hampir bisa menyaingin Kota Kota lain yang ada di seluruh Nusantara ini.

Artinya, bila ada yang mengatakan bahwa Kota Bima bangkit, itu adalah slogan yang keliru, karena Kota Bima telah bangkit dan mulai meletakan pondasinya secara kuat ketika HM Nur Alatif menjadi Walikota Bima belasan tahun lalu.

“Apa yang harus dibangkitkan. Apa yang harus dirubah lagi, bukankah Kota Bima saat ini telah maju disegala bidang pembangunan. Buktinya, banyak pembangunan fundamental yang berdiri kokoh di sejumlah sudut Kota Bima sekarang. Itu semua berkat buah pikiran pemerintah sekarang dan sebelumnya,” terangnya.

Selain itu, H.Arahman juga meluruskan adanya isu atau pengakuan yang tidak rasional dari salah satu pasangan calon yang mengatakan bahwa uang cashwork atau uang kebersihan pasca banjir Tahun 2016 lalu senilai Rp.500Ribu merupakan uang yang diloby oleh salah satu pasangan calon.”Saya tegaskan kepada seluruh warga Kota bima bahwa uang itu adalah uang yang bersumber dari APBN untuk korban banjir yang merupakan uang tak terduga dari Pemerintah Pusat, bukan dari oknum tertentu,” tegasnya.

Bila uang itu uang pribadi seseorang, kenapa harus ada laporan pertanggungjawaban segala, seperti tandatangan administrasi dan lainnya.”Kalau uang pribadi itu tidak perlu tandatangan atau kwitansi. Tapi, karena uang Rp.500Ribu itu bersumber dari APBN, maka harus disalurkan kepada rakyat dengan cara administasi,” urainya.

Tak hanya itu yang dijelaskan oleh H.Arahman. Mengenai isu bahwa dirinya tidak pernah turun ke masyarakat saat banjir datang. Dengan tegas H.Arahman mengatakan bahwa pernyataan itu fitnah belaka dan mengarang, demi mencari pencitraan politik pilkada Kota Bima sekarang oleh salah satu pasangan calon.

“Justru saat banjir, saya bersama ajudan saya dan beberapa anggota DPRD Kota Bima turun meninjau lokasi rawan banjir di sejumlah kelurahan. Hanya saja, saya tidak bisa datang dari rumah ke rumah warga, karena kondisi Kota Bima saat itu dalam keadaan parah, dan sulit untuk dijangkau dalam waktu yang sempit,” tukasnya.

Ia juga tidak ingin membuat pencitraan pasca banjir waktu itu. Dimana warga Kota Bima saat itu dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sehingga, apapun yang diperbuatnya saa itu tidak akan terlihat, karena masyarakat juga fokus membersihkan rumah masing-masing, begitu juga dirinya sebagai Wakil Walikota Bima sibuk menjalankan tugas, tentunya yang berhubungan dari banjir.

“Insya Allah, saya tidak ingin menjadi pemimpin yang menzholimi rakyat,”pungkasnya.(KS-Raf)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *