PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Selasa (3/7) kemarin, sejumlah aktivis di Wilayah Kecamatan Wera melakukan unjukrasa di depan Kantor Desa Wora menuntut pengaspalan ruas jalan yang menghubungkan Desa Wora dengan desa sebelah. Aksi tersebut mendapat tanggapan miris dari warga setempat, sehingga sejumlah aktivis antara lain, Muhammad Jemi, Musdianto dan Raden diduga dianiaya oleh warga karena menilai aksi unjukrasa tersebut sarat kepentingan sekelompok dengan membawa nama warga setempat.

KUPT Dikpora Kecamatan Wera, Mawardin S.Pdi

WERA, KS.- Meski pemukulan itu dilakukan oleh warga secara massa, namun tiga aktivis mengaku dipukul oleh KUPT Dikpora Kecamatan Wera, Mawardin S.Pdi dan Kasek MTS Wora, Sarwani S.Pdi, dengan alasan bahwa kedua tokoh pendidikan di Wera tersebut menghalangi aksi unjukrasa menuntut adanya pembangunan di Wera terhadap Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri.

KUPT Wera Mawardin S.Pdi menjelaskan, bahwa dugaan pemukulan terhadap tiga aktivis itu semata-mata oleh warga bukan olehnya termasuk bukan oleh Kasek MTS Wora. Reaksi warga akibat ulah oknum aktivis sendiri yang terus melakukan pemblokiran jalan umum di Cabang Wora menuntut adanya pengaspalan jalan tani menuju Runggu dan pembuatan lapangan Desa Wora.”Apa yang menjadi tuntutan masyarakat itu akan dipenuhi oleh pemerintah, namun harus melalui proses. Tidak serta merta harus jadi sekarang pembuatan lapangan dan pengaspalan jalan tani tersebut,” ujar KUPT dengan nada tegasnya.

Diakui KUPT, bahwa tuntutan aktivis tersebut telah dilakukan audensi dengan Bupati Bima di Kantor Bupati melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, juga sejumlah pejabat terkait. Sehingga oleh Bupati memerintahkan Sekda untuk meninjau langsung di lapangan, terkait apa yang menjadi tuntutan aktivis. Namun sayangnya, ketika Sekda turun ke lokasi mengkroscek lokasi proyek dimaksud. Tiba-tiba muncul Muhammad Jemi di tengah kerumuan tim yang turun atas perintah Bupati tersebut menggunakan motor dan menabrak KUPT Wera.

“Nah, melihat kejadian itu membuat warga marah dan memukul bersangkutan. Dan pemukulan itu bukan oleh KUPT dan Kasek, melainkan oleh massa saat itu yang tidak terima dengan ulah oknum aktivis,” pungkasnya.

Kasek MTS Wora, Sarwani S.Pd.

Senada juga disampaikan Kasek MTS Wora, Sarwani S.Pd. katanya, tidak pernah terjadi pemukulan oleh dirinya terhadap aktivis, melainkan secara massa oleh warga yang tidak terima sikap dan prilaku aktivis yang berlebihan.”Silahkan demonstrasi, tapi juga sampai berlebihan menyalahkan orang lain atau pemerintah, karena setiap tuntutan warga tetap dipenuhi oleh pemerintah, namun tetap melalui proses,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pengakuan aktivis keterlibatan dirinya memuukul aktivis adalah bohong besar dan mengada-ada.”Saya dan KUPT tidak pernah memukul mereka, melainkan oleh massa saat itu,” tandasnya.(KS-Raf)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *