PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Terhitung memasuki bulan kemerdekaan yaitu bulan Agustus 2018. Di Kabupaten Bima, sejak awal bulan hingga tanggal 11 Agustus 2018 (hari ini-red), terhitung sudah tiga kali kebakaran rumah milik warga.

Ilustrasi

BIMA, KS.- Pada pekan lalu, Jum'at, 3 Agustus 2018 dini hari, sebanyak empat rumah panggung milik warga Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ludes terbakar. Kebakaran hebat yang menghanguskan sejumlah rumah warga diketahui akibat hubungan arus pendek listrik di sebuah bangunan. Empat unit rumah panggung berukuran 12 tiang yang menjadi santapan jago merah dari musibah ini melanda rumah milik Baitin (42), H Anwar (70), Amirudin (50) dan Juremis (50).

Sebanyak empat rumah panggung milik warga ludes terbakar di Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Jumat (3/8/2018). Lima hari kemudian atau di hari Rabu, 7 Agustus 2018. Di tengah geliat Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima berangkat ke Lombok Utara dalam rangka memberikan santunan kepada korban bencana gempa bumi Lombok, Duka kembali dialami warga di Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Pasalnya, sekitar pukul 05:30 WITA, Rabu (8/8/2018). di Desa Talabiu si jago merah mengamuk dan meratakan dua rumah panggung dan membakar satu rumah permanen.

"Tiga unit rumah warga setempat yang berada di RT. 11, Dusun Mangge Colu yang dilahap si jago merah itu pun merugikan warga ratusan juta rupiah. Dan di hari itu pula, Bupati Bima yang sampai di Bima dari Lombok, sempat melihat para korban di Desa Talabiu. Kondisi rumah warga yang dilahab si jago merah di Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Rabu, 8 Agustus 2018.

Petaka kebakaran yang ketika kembali terjadi. Kali ini, si jago merah melahan rumah milik M. Saleh, di Desa Monta, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Jum'at, 10 Agustus 2018 sekitar pukul 20:00 WITA.

kebakaran yang terjadi di Monta, diduga api berasal dari lilin yang dinyalakan di kamar yang tidak dimatikan. Kabar di Lensa Post mengisahkan, seorang warga yang bernama Fajrin menuturkan, api berasal dari kamar milik anak perempuan bernama Ratih, 16. Di tengah asyik bermain dengan teman-temannya di teras rumah, Ratih lupa mematikan lilin yang menyala di dalam kamarnya.

Kondisi kebakaran di Desa Monta, Kecmaatan Monta, Kabupaten Bima, Jum'at, 10 Agustus 2018 sekitar pukul 20:00 WITA. Sebelum kebakaran, kata Fajrin, Ratih sempat diingatkan oleh temannya untuk mematikan lilin di dalam kamarnya. Tapi, seruan temannya itu tidak diindahkan oleh Ratih. Diduga, lilin mencair dan akhirnya menyambar dan membakar springbed dalam kamar, asal api dari kebakaran hebat yang terjadi, semalam.

"Dari kejadian ini, api yang sudah membesar akhinya menghanguskan satu rumah hingga rata dengan tanah, Sempat api merembet ke dapur tetangga, namun berkat usaha warga dan hadirnya mobil pemadam kebakaran, hingga api tak meluas," ujar Farin.

Kata dia, setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. api berhasil dipadamkan. Fajrin menambahkan, kebakaran yang melanda rumah milik M. Saleh tak ada di rumahnya. Pemilik rumah saat ini sedang berada di Sumbawa."Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun kerugian materi berkisar ratusan juta rupiah," tandas Farin.(Rafiq)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *