PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Tak henti-hentinya jajaran Kepolisian Polda NTB menggelar kegiatan keagamaan berupa Tabligh Akbar di setiap Polres di Wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Beberapa waktu lalu, kegiatan tabligh akbar dilaksanakan di halaman Mapolres Bima Kota. Kali ini, kegiatan serupa digelar di halaman ASI Mbojo yang menghadirkan ribuan warga Kota Bima dari berbagai elemen penting di Kota, bahkan Kabupaten Bima.

Syeh Ali Jaber (kanan)

KOTA BIMA,.-
Liputan langsung Wartawan Koran Stabilitas, kegiatan itu mendapat sambutan baik dari seluruh undangan yang hadir, apalagi yang dipercaya sebagai penceramah adalah seorang umara besar Syeh Ali Jaber yang merupakan alumni kampus ternama di Madinah.

Plt Walikota Bima, Drs.H.Wirajaya Kusum,MH dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terimakasih yang tidak henti-hentinya kepada seluruh aparat Kepolisian di NTB, khususnya di Kota Bima yang telah mengamankan Pilkada Kota Bima, sehingga pilkada kemarin berjalan lancar aman dan terkendali.

“Atas nama masyarakat Kota Bima saya sampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolres Kota Bima dan seluruh jajarannya, terutama kepada Kapolda, Wakapolda NTB beserta seluruh anggotanya, yang telah memberikan kenyamanan bagi seluruh warga NTB, saat pilkada Kota Bima kemarin,” tuturnya.

Walikota juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada penyelenggara pilkada kemarin yakni pihak KPU Kota Bima, panwaslu serta seluruh pihak penyelenggara yang telah sukses melaksanakan pilkada Kota Bima kemari, juga pilgub. Pasalnya, tingkat partisipasi warga NTB saat pilkada serentak kemarin, bahwa Kota Bima tertinggi tingkat partisipasi masyarakat yaitu mencapai 88,36 persen, sementara untuk pilgub 75,2 persen.

Syeh Ali Jaber saat menyampaikan ceramah

“Selamat untuk seluruh warga Kota Bima juga untuk pihak penyelenggara atas tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam memberikan hak pilih kemarin,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Walikota juga menyampaikan ucapan selamat kepada Wakapolda NTB yang telah mendapat kenaikan pangkat dari Kombes Polisi menjadi Brigjen. Sebab, kenaikan pangkat satu kali dari pangkat sebelumnya itu seiring dengan kenaikan status Polda NTB dari Tipe B ke Tipe A, setara dengan Polda Bali.

“sekali lagi, saya atas nama pemerintah Kota Bima juga seluruh warga Kota Bima mengucapkan selamat kepada pak Kapolda NTB dan Wakapolda NTB,” imbuhnya.

Sementara Wakapolda NTB, Brigjen Polisi Drs.Tajudin,MH dalam arahannya meminta kepada seluruh anggota kepolisian di NTB agar tetap tegus melayani masyasrakat, dan memberikan pelayanan terbaik bari seluruh warga masyarakat.

“Ingat, polisi harus mampu dan tidak boleh mengeluh melayani masyarakat, dan bukan masyarakat yang harus melayani polisi. Jadilah polisi yang santun, berakhlak yang baik bertutur kata yang baik serta bisa menjadi contoh dan teladan bagi orang banyak,” harapnya.

Lanjut Wakapolda, bahwa di Pilkada serentak kemarin hanya Polda NTB yang tidak mengadakan pemungutan ulang suara, sementara di wilayah hukum polda lainnya, hampir semua melakukan pemilihan ulang. Ini membuktikan bahwa kesedaran hukum warga NTB sangat tinggi.”Lebih khusus lagi saya minta kepada warga Kota Bima, umumnya warga NTB agar tidak main hakim sendiri. Percayakan polisi untuk menangani sebuah masalah, dan yakinlah polisi tetap memberikan yang terbaik bagi seluruh warga NTB ini,” janjinya.

Pada moment tersebut, Wakapolda juga mengaku bangga bisa bertugas di NTB ini, karena karakter, tingkah laku serta ahlak warga Bima khususnya, juga NTB pada umumnya sama dengan karakter warga Sulawesi tempat kelahirannya.

“Terus terang saja, saya bangga bisa melaksanakan tugas di bima ini, dan saya merasa aman bersama kapolda sekarang bertugas di NTB tercinta ini, karena daerahnya aman. Nah, kalaupun dicap sebagai jona merah daerah Bima, buktinya pilkada kemarin berjalan lancar dan aman. Artinya, Bima khususnya aman,” tandasnya.


Apa isi ceramah Syeh Ali Jabir ?. Dalam ceramahnya Ali Jabir menilai bahwa warga muslim di Indonesia ini tidak pandai bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Maksud tidak bersyukur bukan persoalan tidak berucap bersyukur tapi tidak melaksanakan ibadah lain seperti sholat, sedekah dan lainnya.

“Padahal Indonesia ini adalah negara yang paling kaya akan sumber daya alam, juga sumber daya manusianya,” kata syeh asal Madinah namun memiliki keturuna di Ampenan Lombok itu.

Ali juga meminta kepada para undangan yang hadir agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu tertentu yang merusak citra serta membuat Negara RI ini tidak aman. Sebab Rasulullah SWA mengajarkan kita semua untuk berakhlak yang baik sesama manusia, tidak hanya sesama muslim tapi juga non muslim diajarkan untuk berlaku baik, serta sopan santun dalam bertutur kata.

“Mari jadikan pribadi kita sebagai umat Muhammad yang selalu berbaik hati antar sesama manusia, bukan saling mengklaim diri yang benar, sehingga orang baikpun di Negeri ini dikatakan tidak baik dan lain sebagainya,” ajaknya.


Ingat, bahwa saat ini banyak oknum-oknum tertentu yang mengajarkan umatmulsim yang baik untuk menjadi tidak baik. itu semua karena faktor kepentingan yang merusak NKRI ini.”Sekali lagi, saya mengajak seluruh warga Bima agar bisa menjadi umat muhammad yang baik, pandai bersedekah, pandai bersyukur atasnikmat yang Allah berikan, juga menjaga keamanan NKRI tercinta ini,”ajaknya lagi.(KS-Rafiq)


advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *